Ampera Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi

PALU – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (Ampera) melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Jumat (23/1). Pada aksi yang diikuti puluhan mahasiswa itu, mereka menuntut kepada penegak hukum untuk menuntaskan sejumlah kasus korupsi di daerah ini yang dalam kacamatanya tidak tersentuh dan bahkan dilindungi.

Ada dua nama yang disebut-sebut pada aksi itu, masing-masing Bupati Donggala, Kasman Lassa dan mantan Bupati Tolitoli, Ma’ruf Bantilan. Kasman Lassa disebutnya terlibat dalam kasus illegal mining di Batusuya, sedangkan Ma’ruf Bantilan terlabat dalam kasus APBD semasa menjabat bupati Tolitoli.

Tak hanya berorasi menuntut dugaan kasus korupsi itu dituntaskan, mahasiswa juga menyerahkan dokumen dan bukti rekaman kepada anggota DRPD yang menerimanya pada kesempatan itu. “Kami tandai nama bapak anggota dewan, dalam waktu tiga hari kami kembali lagi ke sini dan mempertanyakan sudah sejauh mana tindak lanjut atas data-data yang kami berikan itu,” kata salah seorang orator usai menyerahkan berkas tersebut kepada anggota dewan.

Usai menyerahkan berkas kepada anggota DPRD Sulteng, pengunjuk rasa mlenajutkan aksinya di depan kantor Polda Sulteng. Kepada pejabat yang menerimanya, hal yang sama juga dilakukan kepada pejabat Diskrimus Polda Sulteng, yaitumenyerahkan berkas dan rekaman dugaan kasus korupsi.

Demikian halnya di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, mahasiswa juga menyerahkan berkas dan rekaman kepada pejabat Kejaksaaan Tinggi Sulteng. “Termasuk aparat Kejaksaan, jangan coba-coba main mata dengan pelaku korupsi,” teriak mahasiswa sebelum beranjak danmembubarkan diri. (af)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button