Anas Lupa Siap Digantung di Monas

JAKARTA – Anas mendadak lupa jika pernah menyatakan siap digantung di Monas jika korupsi Rp1 pun pada proyek Hambalang.Mantan ketua umum Partai Demokrat itu tak mengakui sesumbarnya sesaat sebelum berangkat ke Pengadilan Tipikor.
Ketika Anas dicegat wartawan di depan Rutan KPK dia ditanya bagaimana persiapannya menghadapi vonis, politikus asal Blitar itu sempat bercanda. ”Persiapan? Ya kan yang siap-siap wartawannya,” jawabnya enteng.
Anas belum bisa memutuskan apakah nantinya akan mengajukan banding jika vonis hakim tak berbeda jauh dari tuntutan jaksa. ”Kita hormati pengadilan dan hakim. Vonisnya kan belum. Pada prinsipnya kita berharap putusan yang adil sesuai fakta persidangan,” ungkapnya.
Anas juga tak mau mengomentari tentang tuntutan pencabutan hak dipilih dan memilih dari jaksa penuntut umum.
Dia berusaha mengalihkan perhatian saat ditanya mengenai sesumbarnya yang siap digantung di Monas jika terbukti korupsi di proyek Hambalang. ”Siapa yang bilang?” kilah Anas seperti dirilis Jawapos.
Anas lantas mengatakan, semuanya harus dikembalikan pada fakta-fakta persidangan. ”Tak ada sebiji sawit pun yang terkait Hambalang,” ucap alumnus Universitas Airlangga itu.
Sementara itu, KPK optimistis majelis hakim akan mengabulkan tuntutan jaksa dengan menyatakan Anas Urbaningrum terbukti secara sah melakukan korupsi. Lembaga anti rasuah itu pun menagih janji Anas yang menyatakan siap digantung di Monas.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Wijodjanto. Melalui pesan singkat, Bambang berharap putusan Hakim Pengadilan Tipikor akan sependapat dengan tuntutan KPK. “Tentu kami berharap hakim menjatuhkan hukuman maksimal sesuai kesalahan terdakwa,” ujar pria yang akrab disapa BW itu.
Bambang menyindir kubu Anas bahwa KPK tetap akan menghormati apapun putusan hakim dan tidak akan membuat pernyataan yang bersifat politis. Apalagi melakukan tindakan politisasi. Hal tersebut selama ini memang kerap dilakukan kubu Anas.
“KPK cuma ingin mengingatkan Anas yang pernah sesumbar dengan pernyataannya soal bersedia digantung di Monas kalau korupsi Rp 1 saja,” ujarnya. Menurut Bambang sesumbar itu kini seolah dilupakan oleh kubu Anas. Padahal fakta persidangan membuktikan Anas menerima sejumlah uang dari Grup Permai yang berasal dari fee sejumlah proyek pemerintah.
“Dalam sidang juga terungkap ada keterangan saksi menyatakan Anas yang menyuruh Nazar melarikan diri ke Singapura,” ujarnya.
Dalam perkara ini, Anas dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa. Dia juga diharuskan mengembalikan uang ratusan miliar yang diduga berasal dari korupsi.(af/*)

Sumber: http://www.jawapos.com/baca/artikel/7377/Soal-Gantung-di-Monas-Anas-Mendadak-Lupa

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button