Anggota DPRD Bangkep Ribut Soal Jabatan

PALU –Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di internal DPRD Bangkep, terjadi dualisme. Hal itu diketahui saat mediasi pembahasan APBD Bangkep tahun anggaran 2015, di kantor Gubernur Sulteng, Rabu 28/1). Versi pertama yaitu yang dibentuk pada Desember lalu, dan versi kedua yang baru dibentuk berdasarkan hasil rapat paripurna Rabu pekan lalu (21/1). Terjadi perubahan yang sangat mendasar dari kedua versi AKD itu.

Nama dalam struktur AKD baru mengalami perubahan, dari AKD versi sebelumnya. Untuk ketua Komisi I versi lama diisi oleh Arkam Supu dari Fraksi Golkar, pada versi AKD baru telah digantikan oleh Drs X Bailia dari fraksi gabungan Gerakan Demokrasi Keadilan (Gesid). Di komisi II yang tadinya ditempati oleh Delmard Siako sebagai ketua komisi, kini diganti Mustakim Moidady dari Fraksi PAN. Sementara untuk komisi III yang dalam struktur versi lama diketuai oleh Rahman H Makmur dari Fraksi Gesid, sekarang digantikan oleh Hesmon L Pandili dari fraksi gabungan Nurani Nasional.

Reposisi struktur AKD juga terlihat di badan-banda internal dalam AKD. Semua posisi pimpinan badan, seperti Badan Legislasi, Badan Kehormatan dan Badan Musyawarah ikut berubah. Perubahan struktur dan komposisi dalam AKD itu, dilakukan untuk penyesuaian belum masuknya delapan nama anggota DPRD Bangkep, yang dilantik setelah adanya penataan keanggotan DPRD daerah pemekaran dan induk pasca pindahnya delapan anggota DPRD Bangkep dari dapil Kabupaten Banggai Laut (Balut).

Dua fraksi di DPRD Bangkep, masing-masing Fraksi Gesid dan Fraksi Golkar, tidak memberikan dukungan atas komposisi struktur AKD versi hasil paripurna Rabu lalu. Dua fraksi itu, menuding keputusan yang diambil dalam rapat paripurna pembentukan AKD Rabu lalu, tidak bisa digunakan.

Ketua Fraksi Gesid, Rahman H Makmur, Rabu kemarin,  mengatakan, sebelum paripurna bentukan AKD itu menghasilkan keputusan, secara resmi, Fraksi Gesid telah menarik secara resmi usulannya terkait komposisi struktur fraksi dan usulan terhadap nama-nama anggota fraksi yang akan diutus untuk mengisi AKD.

Walaupun secara resmi Fraksi Gesid telah menarik usulan nama-nama anggota fraksinya yang akan mengisi komposisi AKD, tetapi nama Drs X Bailia yang merupakan anggota fraksinya, tetap dimasukan dalam komposisi AKD hasil paripurna Rabu lalu.

“Semuanya terlalu dipaksakan. Usulan resmi kami tentang nama-nama anggota fraksi dalam ADK sudah ditarik, tetapi ada anggota Fraksi Gesid yang dimasukan dalam AKD hasil paripurna. Pertanyaannya, siapa yang mengusul Drs X Bailia masuk dalam AKD Komisi I. Ini cacat hukum. Yang berhak mengusulkan nama anggota AKD adalah fraksi, ” tekan Rahman di kantor Gubernur Sulteng saat mediasi, 28/1).

Selain dengan alasan itu, Rahman pun berpendapat, paripurna AKD Rabu lalu, tidak bisa melahirkan keputusan. Pasalnya, fraksi gabungan partai Hanura dan NasDem (Nuna), tidak bisa mengusulkan nama-nama untuk masuk dalam AKD. Sebab, jelas Rahman, Partai Hanura, telah menarik keluar anggotanya dari Fraksi Nurani Nasional. Dengan sisa dua kursi yang dimiliki Partai NasDem dalam Fraksi Nurani Nasional, pasca keluarnya satu orang anggotanya, maka Nurani Nasional dianggap bukan sebuah fraksi lagi, dan hak pengusulannya di dalam AKD tidak bisa diterima.

Dalam aturan sangat jelas, lanjut Rahman, sebuah fraksi hanya dapat dibentuk dengan syarat sekurang-kurangnya memiliki tiga kursi. Secara otomatis, dengan keluarnya anggota dewan dari Hanura di Nuna, maka Fraksi Nuna dianggap bukan sebuah fraksi lagi, karena hanya memiliki dua kursi saja. “Selain irasionalnya fraksi, bahwa pada paripurna Rabu lalu tidak bisa diterima, karena dalam peraturan DPRD Bangkep jelas jabatan ketua komisi dua setengah tahun. Nah saat tu bukan penyesuaian lagi, tapi perombakan, ” jelasnya.

Internal di dalam DPRD Bangkep tersebut, disepakati bahwa persoalan internal DPRD Bangkep harus diselesaikan. Setelah itu kemudian, dilanjutkan pembahasan APBD Bangkep hingga Jumat (30/1). (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button