Arjuna, Akhirnya Kau Datang Juga… (catatan Muh.Basir Cyio)

RINDU? Pasti semua rindu! Bila masih ada anak manusia di Bumi Tadulako yang tidak merindukan datangnya sang “Arjuna”, mungkin pantas dipertanyakan jiwa raganya. Hatinya mungkin telah beku. Tubuhnya mungkin telah kaku. Dan kesehariannya telah terbiasa dengan derita berkepanjangan. Tetapi, sebagian dari kita, tetap tak pernah berhenti untuk berjuang, berdoa, danjuga protes, agar sang Arjuna jangan berpaling dari kehidupan kita.

Panjangnya waktu penantian, berpalingnya sang Arjuna kearah Selatan, telah menambah daftar kegelisahan, kerinduan, dan sesekali kebencian berselimutkan emosi. Apapun suasana batin yang ada pada kita, bersabar sembari memberontak, harus hadir dalam “blended” batiniah. Tujuannya hanya satu. Agar mereka yang “merebut”, “menghalangi”, dan juga yang mempermain kandatangnya Arjuna, segera sadar.

Kini, Arjuna telah hadir dalampelukan. Kami memang sadar, jalan “cinta” yang dilewati begitu berkelok. Hutan belantara yang menghalangi begitu lebat. Bahkan narai, bukit danpegunungan, silih berganti merintangi langkah. Namun dengan tekad, semangat danketabahan, Arjuna itu kini telah menjadi penerang sejati dalam kehidupan kita. Siapa Dia sesungguhnya? Dialah “Arus Listrik Jauh dari Sulewana–Arjuna”.

Tak seorang pun di antara kita yang tidak merindukanArjuna. Begitu rindunya masyarakat Sulteng, khususnya Kota Palu dansekitarnya, maka demi sang Arjuna, GubernurSulteng, Drs H Longki Djanggola MSi bersama jajarannya melalukan aksi cinta ke kantor PLN. Tujuannya Cuma satu. Kembalikan Arjuna ke Bumi Tadulako. Dia memang milikku, milik masyarakat Sulawesi Tengah. Dia lahir dari Rahim Sintuwu Maroso sebagai hasil buah hati pasangan ibu SDA Binti Poso dengansosok Pengusaha yang mempersuntingnya. Kami bangga dan kami bahagia di awal “perkawinan” itu. Namun kegelisahan mulai muncu ltatkala sang Arjuna yang telahlahir dan tumbuh besar, tampak berpaling dari bumi kelahirannya. Arjuna terkesan lupa kacang akan kulitnya. Lahir dan tumbuh di BumiTadulako dan SintuwuMaroso, tetapipeduli di Bumi Tambang Nikel Sulawesi Selatan. Siapa yang tidak sakit, walau rindu dan harap cemas tetap tak pernah pudar. Arjuna memang tega!

Kerinduan kami selamaini, memang tak pernah dapat tanggapan dariArjuna dan orang-orang di sekitarnya. Bahkan demi kembalinya sang Ajuna, berbagai cara telah dilakukan. Saran pun bermunculnan. Ada 5 (lima) tips (adapted) yang telah kami lakukan sebagaimana tertulis dalam Horoskop.Web.Id. Tips pertama, kirimPesan Romantis. Salah satu cara untuk membuat si Arjuna merindukan kita, baik melalui SMS, BBM, What’s App atau Line. Isi pesan tersebut bisa sekadar pujian atau kalimat romantis yang membuat si Arjuna dan orang-orang sekitarnyaingin segera datang. Ternyata tips ini tidak mempan. Orang-orang di sekitarArjuna terus berkelit. Janji-janji pun terus mengalir. Insya Allah, Arjuna akan datang. Tenang, kami masih membujuknya. Arjuna sedang bertapa di hutan belantara. Bahkan sudah meneropong Kota Palu dari Tiang Sutet dekat Lore Lindu. Janji terus berlalu.

Kami tetap tidak percaya. Karena Tips pertama yang berisikan pesan romantis gagal, kami pun pindahke tips kedua. Yakni, Girls Night Out—keluar denganpasangan yang lain. Paling tidak, bisa mengundang rasa cemburu sang Arjuna bila mendengar dan melihat kita keluar dengan pasangan lain(Girls Night Out).Tips keduaini, ternyata tak membuat Arjuna sadar. Bahkan kami pun telah terang-terangan setiap malam bergandengan tangan dengan pasangan lain. Mulaidari PLTD Silae, PLTU Mpanau, hingga Lilin-lilin Kecil yang membakar Ruko orang lain. Tips Girls Night Out kami anggap tidak membuat Arjuna bertekuk lutut.

Kami pindahke Tips ketiga, memberi“Kejutan Kecil”. Membuat pasangan semakin rindu, biasanya denganmengirimkan kejutan kecil ke tempatnya.Bisa berupa hadiah kecil, seperti coklat atau makanan lainnya. Siapa tahu, mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang mengejutkan hingga akhirnya sang Arjuna bisa datang. Ternyata tidak berpengaruh. Jangankan coklat, sudah dengan batu akik hingga batu giok kami kirimkan, Arjuna tetap lebih senang dengan Nikel dan Smelter di Soroako. Sadar bahwa coklat dan batu akik tidak mengubah pendirian Arjuna, kami pun pindah ke Tips yang ke empat, yakni membuat “Catatan Kecil”.Tips ini diyakini ampuh dengan member catatankecil yang romantis yang diletakkan dalam saku atau ransel yang dia tenteng. Agar selama dalam perjalanan dan bekerja seharian, Arjuna bisa terus merindukan kita. Ternyata sia-sia. Bukan lagi catatankecil yang diselipkan di sakunya, tetapi sudah catatan besar di media massa, Arjuna tak pernah turun tensi. Pilihannya hanya satu, ingin ikut arus ke arah Selatan. Harapan agar seharian kita bisa diingat, ternyatajuga meleset. Bertahun-tahun, Arjuna tetapbandel. Tips ini juga sia-sia. Kita coba Tips Kelima, yakni “Buat Arjuna Menelpon”. Salah satu cara untukmembuat Arjuna merindukan kita, dengan membuat dia yang menelpon! Jika selama ini kita yang selalu pertama menelpon, itu segera dihentikan dengan harapan, suatu saat Arjuna penasaran sehingga dia yang menelpon kita. Siapa tahu, dengan stagnan sejenak tidak member kabar, Arjuna juga gelisah mengapa tidak ada kabar dari Kota Palu. Eh, Arjuna bukan semakin sadar, malah semakin jauh dari kenyataan. Bahkan dengan memilih “diam”, Arjuna dan orang di sekitarnya semakin senang. Ada kesan, kita dibiarkan tetap romantic dengan gadis pendamping lain bernama Siti PLTD Silae dan Mbak PLTU Mpanau.

Kesimpulannya, lima Tips yang telah kita praktikkan tetap tidak ada yang mempan. Satu-satunyacara, “Gempur” aksi demo orang-orang di sekitar Arjuna agar sadar bahwa tips yang halus sampai batu akik, tak ada guna dan manfaatnya. Kita bangga, sebab Gubernur H LongkiDjanggola MSi, Wali Kota Palu, dan tokoh masyarakat Sulteng lainnya, menggunakan Tips Keenam, yakni “Ngoceh Tiada Henti” dan sesekali “meronrong” bos-bos di PLN Suluttenggo sampai sang Arjuna dikembalikan kepangkuan BumiTadulako.

Kini, Arjuna dalam pelukan. Banyak asa yang menggelinding yang diharapkan mendatangkan kebahagiaan danmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masuknya listrik dari Sulewana, akan menjadi babakan baru dalam melakukan percepatan pembangunan, khususnya sektor industri di daerah ini. Penggunaan listrik tenaga Genset dengan bahan bakar solar, telah menguras cost dari berbagai aktivitas ekonomi, khususnya ekonomi skala kecil. Kita akan menaruh harapan besar dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), maka topangan suplai energi listrik Sulewana menjadi kunci keberhasilan KEK. Para penanam modal akanberhitung seribu kali untukmelirik Kota Palu tanpa dukungan suplai listrik yang memadai. Dan, kita bangga denganjajaran PLN Kota Palu di bawahkepemimpinan sang Manajer, Novalince Pamuso.

Mari kita bangkit dengan datangnya Arjuna. Sebab kebangkitan ini akan menggeliatkan ekonomi, Insya Allah, dan pendapatan masyarakat pun meningkat, yang ujung-ujungnya akan mampu membiaya kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan anak-anak mereka, mulai dari kesehatan hingga kebutuhan pendidikan, dari PAUD hingga pendidikan tinggi. Semoga perjuangan panjang dan doa yang tulus ini, kelak akan mengubah potret Kota Palu. Termasuk psikososial masyarakat. Bila selama ini kaget bila menyala lampu karena sudah terbiasa mati lampu, maka ke depan akan kaget bila mati lampu karena akan terbiasa menyala lampu. Terima kasih sang Arjuna, begitu lama kami merindukanmu. Kau memang milikku. Kau lahir di sini. Selamat datang cinta, dambaan masyarakat Kota Palu. Sang Arjuna—(Arus Listrik Jauh dari Sulewana)..!

*) Wartawan dan KoordinatorLitbang Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button