Armada Kesulitan Solar, Sampah Menumpuk

PALU – Kesulitan mendapatkan bahan bakar solar beberapa waktu terakhir ini tidak hanya merepotkan pengendara secara umum karena harus antre berkepanjangan di SPBU, tetapi juga mengakibatkan sampah menumpuk dimana-mana.
Pasalnya, armada kuning atau armada sampah yang sehari-harinya bertugas mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ke pembuangan akhir tidak bisa bergerak leluasa karena harus ikut antre di SPBU untuk mengisi solar.
Sejumlah tempat pembuangan sampah sementara yang dipantau tampak bertumpuk sampahnya. Kondisi itu tidak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga menyebarkan bau busuk. Seperti yang terlihat di Jalan Gunung Bosa, Lolu Utara, tumpukan sampah di tempat itu bahkan sudah melewati as jalan.
Sejumlah pekerja berusaha memindahkan sebagian sampah tersebut ke bak yang ada, namun bak yang ada tetap tak mencukupi karena sampah yang terbuang sudah beberapa hari. Pemandangan itu makin runyam saja karena beberapa pemulung juga nimbrung di tempat yang seharusnya menjadi persinggahan sementara sampah itu.
Salah seorang pekerja sampah mengatakan, dirinya hanya berusaha mengatur sampah-sampah tersebut agar tidak makin berserakan, sambil menunggu armada sampah mengangkutnya. “Sulit diangkut secepatnya pak, karena mobil masih antri di SPBU untuk isi solar,” aku pekerja sampah tersebut.
Ia mengau, agak sulit memenuhi jadwal pengangkutan sampah seperti biasanya karena kesulitan mendapatkan solar itu. “Bagaimana mau cepat diangkut kalau tidak solar pak,” keluhnya lagi. (af)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button