Bantuan Beasiswa Co-Ass Masih Diblokir Dikjar


download
Banyaknya oknum yang mengaku berpendidikan tetapi senang menuding, memfitnah, dan mendeskrditkan, adalah fenomena buruk di dunia pendidikan tinggi akhir-akhir ini. Bahkan fenomena seperti itu mencerminkan tidak adanya relevansi antara pendidikan tinggi yang disandang seseorang dengan perilaku buruk yang sering mereka pertontonkan. Senang memfitnah. Bangga menuding. Dan selalu memiliki pemikirian jika hanya diri mereka yang suci bersih, dan orang lain selalu salah.

Penegasan ini disampaikan pemerhati pendidikan, Muslimin SH, yang ditemui kemarin (20/01) menyingkapi pernyataan Kabid PKPLK Dikjar Sulteng, Dr Minarni Nontji MSi, perihal pencairan bantuan beasis mahasiswa Kedokteran yang sementara Co-ass. Menurut Minarni yang dilansir media, beasiswa Pemrov yang saat ini sengaja diblokir oleh pihak Dikjar, sebab dalam pencairan anggaran Negara harus ada mekanisme dan prosedurnya. Kebiasaan mencairkan dana melalui yayasan tidak bisa disamakan dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. Karena itu, lanjut Muslimin, apa yang dilakukan Dr Minarni dalam sosialisasinya sudah tepat. Kata Muslimin, banyak oknum yang tidak tahu berterima kasih. Sudah dibantu, tetapi masih juga menebar fitnah dan tudingan.

Bantuan Beasiswa Co-ass dari Pemprov sama sekali tidak melibatkan pihak rektorat, kata Minarni. Atas penegasan ini, kata Muslimin, penting dipahami mengingat ada pihak yang kalau sudah berbicara uang tidak pernah sabar. Atas ketidaksabaran itu, kata fitnah dan menuding menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Menurut Muslimin, pihaknya pernah menanyakan ke bagian Keuangan Untad, dan mereka menegaskan bahwa Rektor menolak menerima bantuan beasiswa itu bila harus melalui mekanisme keuangan Universitas Tadulako. Selain terlalu mudah dipolitasasi oleh oknum-oknum tertentu, juga Surat Keputusan Rektor terkait dengan dana Co-ass telah dicabut dengan adanya  akasi unjuk rasa politik. Dengan tidak adanya payung hukum dari pihak Rektorat, kata Muslimin, maka bantuan beasiswa Co-ass itu menjadi urusan pemberi dan yang akan diberi, tegasnya.

“Sekarang mulai lagi ada oknum menuduh-nuduh dengan isu yang tidak mendasar. Uang itu, kata Minarni dalam sosialalisasinya menegaskan bila telah masuk di rekening mahasiswa masing-masing”. Namun karena pihaknya masih memerlukan payung hukum, maka dana itu masih diblokir. “Saya tegaskan, yang memblokir dana tersebut adalah pihak Dikjar, bukan Rektorat karena Rektorat sama sekali tidak terlibat”, kata Dr Minarni di depan mahasiswa PSPD. “Saya malu bila ada oknum mengaku berpendidikan tetapi perilakunya tidak seperti yang diharapkan dalam dunia pendidikan yang senang memfitnah, tegas Muslimin”. (ss/*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button