Bupati Buol Diduga Berkonspirasi dengan Bos PT CCM

PALU-Bupati Buol dr Amirudin Rauf SPOG MSi sempat bertemu dengan bos besar PT Cipta Cakra Murdaya (PT CCM) Group, Murdaya Poo, di sebuah hotel di Jakarta di akhir tahun 2014. Pertemuan itu diduga sebuah konspirasi untuk mengeruk keuntungan pribadi (gratifikasi), terutama bagi Bupati Buol, dengan kompensasi hasil panen perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol PT Hardaya Inti Plantation (PT HIP), yang merupakan anak usaha dari PT CCM Group.

Adanya dugaan konspirasi itu, diungkapkan oleh Amat Entedaim SH, seorang pengacara dan pemimpin sebuah asosiasi profesi pengacara di Kota Palu, kepada Radar Sulteng, Rabu (18/2). “Iya, Bupati Buol bapak Amirudin Rauf itu, sempat bertemu dengan pak Murdaya Poo di sebuah hotel di Jakarta, “ kata Amat.

Ia menduga, isi pembicaraan menyangkut hasil panen perkebunan sawit milik Murdaya Poo, di Kabupaten Buol. Pembicaraan itu diduga, permintaan fee dari hasil panen PT HIP, yang sekali panen bisa mencapai laba Rp 8 miliar hingga Rp 9 miliar lebih. Panen biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun. Kegiatan panen menurutnya sudah berlangsung 15 tahun, sejak perusahaan PT HIP mulai memetik hasil perkebunannya. “Angka Rp 8 miliar hingga Rp 9 miliar terungkap saat persidangan di Tipikor Jakarta. Pihak perusahaan dari PT HIP mengakui, kalau hasil panen besarannya seperti itu, “ beber Amat.

Menariknya, menurut Amat, pertemuan Bupati Buol Amirudin Rauf dengan Murdaya Poo disaksikan oleh seorang tokoh masyarakat Buol yakni Abd Karim Hanggi, mantan Bupati Kabupaten Buol kedua, yang memerintah pada periode 2002-2007. Pertemuan Bupati Buol dengan Murdaya Poo sempat terekam dalam CCTV hotel, dan kini rekaman itu ada di tangannya.

“Pertemuan itu terekam dalam CCTV. Bukti semua pertemuan itu ada sama saya, “ ujarnya.

Dikonfirmasi koran ini kemarin, H Abd Karim Hanggi, membenarkan bila pertemuan itu benar adanya. Hanya saja, Karim membantah bila pertemuan itu membicarakan kompensasi fee hasil panen kelapa sawit milik PT HIP. “Memang benar ada pertemuan itu. Tetapi soal pembicaraan menyangkut permintaan fee, itu tidak benar, “ kata Karim Hanggi, menepis isu tersebut.

Malahan, kata Karim, Bupati Buol Amirudin Rauf justru mempertanyakan dengan tegas soal tanggung jawab PT CCM Group, tentang kelapa sawit milik Murdaya yang berada di luar HGU, seluas 4500 hektar. “ Yang saya lihat itu, pak bupati mempertanyakan tanggung jawab pak Murdaya soal lahan yang berada diluar HGU, “ papar Karim.

Ia juga menjelaskan, bukan hanya dirinya yang menyaksikan pertemuan itu. Tetapi ada pula orang lain yang ikut menyaksikan, yaitu Rommy Salam, sekarang Direktur Operasional Perusahaan Daerah (Perusda) Buol, dan Muamar Koloi. Namun, kata dia, pertemuan itu sudah cukup lama terjadi, bukan pada tahun 2014.

Bupati Buol Amirudin Rauf, yang dikonfirmasi via telepon tentang pernyataan Amat Entedaim tidak berkomentar banyak. Amirudin mengatakan, dirinya ingin melihat dulu pernyatan Amat di koran ini. Sebagai dasar dirinya menggugat Amat ke ranah hukum, dengan alasan fitnah dan pencemaran nama baik. “Tulis saja pernyataan Amat, supaya ada alasan saya menggugat beliau, dan akan saya bawa fitnah dan pencemaran nama baik ini ke ranah hukum, “ tulis Amirudin, dalam pesan singkatnya.(mch)

Sumber: RadarSutleng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button