Bupati Buol Laporkan Amat Entedaim ke Polda

PALU-Rencana Bupati Buol dr Amirudin Rauf SPOG MSi melaporkan Amat Entedaim akhirnya dibuktikan. Bupati didampingi pengacaranya Amirullah SH dan Suparman Marhum SH mendatangi Mapolda sekira pukul 14.00 wita, Senin (23/2). Diterima di ruang SPKT Polda Sulteng, dengan tanda bukti laporan nomor TBL/106/II/2015/SPKT yang ditandatangani IPTU Amir Dewa. Laporan itu, disertai surat pernyataan dari Amirudin Rauf yang menyatakan laporan yang dilakukannya tentang adanya dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui ITE media.

Usai melapor di SPKT, Amirudin lalu menuju ke ruang Dirkrimsus Polda Sulteng untuk dimintai keterangan dan di BAP. Sekitar dua jam Amirudin berada di ruang tersebut, dan tetap didampingi dua pengacaranya, Amirullah dan Suparman Marhum. Setelah di BAP, Amirudin lalu menemui wartawan untuk melakukan konfrensi pers, pada pukul 17.00 wita.

Dalam konfrensi pers, Amirudin lalu menjelaskan, mengapa ia harus melapor Amat Entedaim ke Polda. Ia menilai, apa yang dilakukan Amat sudah dikategorikan sebagai fitnah dan penistaan. Bukan lagi sebagai kritikan. Karena Amat menyebut dia memiliki sejumlah bukti, salah satunya rekaman CCTV.

“Saya memberikan kesempatan kepada Amat Entedaim untuk membongkar semua bukti yang ada sama dia. Saya inginkan kasus ini sampai di pengadilan. Karena fitnah ada konsekwensi hukumnya, “ paparnya.

Amirudin juga menjelaskan, bila pernyataan Amat Entedaim itu dibiarkan, maka akan menjadi pertanyaan yang berkepanjangan dari semua pihak. Juga akan mengganggu ketentraman keluarga besarnya. Karena itu, isu ini harus diakhiri, dengan cara melaporkannya ke aparat hukum.

“Semua ini (laporan ke Polda, red) dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada keluarga saya. Kalau saya tidak laporkan hal ini ke polisi, tentunya keluarga saya akan terpojok dengan berita ini, “ bebernya.

Amirudin juga tak lupa menjelaskan, tentang pertemuannya dengan Murdaya Poo di Jakarta. Pada kesempatan itu, ia mengakui bila pertemuan memang ada, dan terjadi sekitar bulan Maret tahun 2013 di Hotel Century. Bukan tahun 2014 seperti yang dikatakan Amat Entedaim. Pertemuannya sendiri dilakukan di tempat terbuka, yaitu di loby Hotel Century Jakarta. Penginisiatif pertemuan adalah Murdaya Poo.

“Saat itu, saya sedang berada di Sukabumi, sedang melihat prospek pengembangan budi daya udang dan ikan disana. Kemudian ada telepon masuk yang datang dari Murdaya Poo. Mengundang saya ke Jakarta. Nah di posisi ini apakah saya salah untuk menerima seseorang, karena dia juga merupakan rakyat saya, yang harus saya temui. Perkebunannya ada di Buol, “ jelas Amirudin.

Pertemuan di Hotel Century, yang kebetulan katanya ada pula tokoh masyarakat Buol, Drs H Abd Karim Hanggi, yang sedang menghadiri kegiatan Partai Hanura. Serta anggota DPR RI asal Sulteng dari Partai Hanura, Syarifudin Suding. Dihadiri pula beberapa warga Buol seperti Rommy Salam, Muamar Koloi, dan ajudan Bupati Zulkifli.

Dalam pertemuan itu, materi yang dibahas adalah soal perizinan perkebunan PT CCM, yang berada di Buol. PT CCM sedang mengajukan izin HGU seluas 5000 hektar, tetapi menggunakan perusahaan baru yaitu PT Sebuku. “ Murdaya ajukan izin PT Sebuku, itu artinya ada di luar izin PT HIP. Nah saat itu saya bersuara keras kepada pak Murdaya,’’ terangnya.

Mengenai rencana Amat Entedaim akan menggugat secara legal standing Bupati Buol Amirudin Rauf ke KPK, ditanggapinya dengan santai, seraya mendorong agar Amat segera melaporkan ke KPK. “ Saya dorong dia ke KPK untuk membuktikan semua data dia, soal tuduhan itu. Silahkan beberkan semua, mana bukti-bukti itu. Saya persilahkan Amat Entedaim untuk membuktikannya, “ tantangnya.(mch)

Sumber: radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button