Dekan FKM Untad: Dr Rosmala Nur Tandatangan Dokumen Kerjasama FKM UNTAD-UNHAS

Sehubungan tindakan tidak bertanggungjawab yang dilakukan oleh mantan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKM Dr Rosmala Nur S.Pd sekaligus sebagai Koordinator dan Penandatangan Kerjasama S2/S3 FKM Untad dengan FKM UNHAS yang melapor Dr Muhammad Ryman SKM MKes dan Dr Rasyikah SKM MKes ke Dikti, Dekan FKM Untad Prof Dr Nurdin Rahman meminta maaf kepada Dr Muhammad Ryman dan Dr Rasyikah.

Berita Acara Kesepakatan Perkuliahan antara FKM Unhas dengan FKM Untad yang ditandatangani oleh Dr Rosmala Nur (dok)

Dari bukti yang didapatkan redaksi media ini, terdapat berita acara kesepakatan perkuliahan blended learning yang dikeluarkan oleh FKM Unhas dengan nomor 2259/UN4.14/TP.01.01/2018 yang ditandatangani oleh Dekan FKM Unhas dan De Rosmala S.Pd sebagai Koordinator Program Kerjasama dari Untad. Saat dikonfirmasi, Dekan FKM Untad, Prof Dr Nurdin Rahman MSi MKes membenarkan bahwa memang ada surat kesepakatan antara FKM Unhas dengan FKM Untad yang ditanda tangan Dr Rosmala S.Pd mewakili Dekan FKM namun Prof Nurdin tidak pernah memberi kewenangan untuk tanda tangan kerjasama tersebut. Saya menilai bahwa Dr Rosmala selain bukan menjadi kewenangannya, juga telah menjadi pemimpin yang mencelakai koleganya yang dia sendiri jadi pengurusnya, kesal Dekan yang selama ini dizolimi.

Laporan tiga orang dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) ke Dirjen Dikti terkait status doktor para wakil dekan FKM saat ini dinilai perbuatan yang sangat kejam dan ngeri. Menurut Dr Ryman, Dr Rosmala yang urus kami untuk ambil S3 dengan sistem Blended, tetapi Rosmala menjadi otak yang melaporkan kami bahwa doktor kami tidak sah. Rosmala yang ajak kami ke tepi jurang dan dia pula yang mendorong kami ke jurang. Semoga Rosmala Nur dibukakan pintu taubat atas perbuatannya yang di kata saya sangat keji. Tapi selalu berdoa semoga Allah tahu semua peristiwa ini dan kami ikuti irama waktu yang ada ke depan, tegas Dr Ryman.

Dr Muh Ryman MKes pada Senin (14/2) malam menyampaikan bahwa kenyataannya bahwa Rosmala adalah koordinator program kerjasama itu. Dia yang mempromosikan program kerjasama kepada rekan-rekan dosen di FKM dan intens ke Kampus Unhas untuk mengurus semua hal terkait program kerjasama itu. “Justru Rosmala yang mengurus semuanya karena dia koordinator program kerjasama sekaligus penanda tangan dokumen. Herannya, justru dia juga jadi salah satu pelapor. Ini ada apa?,” jelas Dr Ryman.

“Tapi mohon maaf, kalau FKM Unhas itu Dekannya yang tandatangan. Berbeda dengan FKM Untad, saya sebagai dekan tidak tahu-menahu, bahkan tidak dilaporkan. Yang kami dapat, berkas itu ditandatangani oleh Rosmala tanpa sepengetahuan Dekan FKM Untad. Jadi terbukti bahwa dia yang melapor tetapi dia juga yang koordinator program itu. Bahkan dia yang dampingi mahasiswa ke Griffith University Australia untuk seminar internasional, dia juga yang atur pembimbing. Makanya mengherankan kalau dia yang melaporkan ke Dirjen Dikti bahwa Doktor mahasiswa yang dia urus program kerjasama itu tidak sah. Kan ini sangat keji,” jelas Dekan FKM Untad Prof Nurdin sambil memohon maaf ke rekan-rekannya yang telah dikhianati. (ss02/ss69)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button