Demo UU Pilkada Diwarnai Kericuhan

PALU – Ratusan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) nyaris bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga saat unjukrasa di depan Kantor DPRD Sulteng, Selasa (30/9/2014). Ricuh yang terjadi dipicu oleh ucapan seorang anggota polisi yang tidak diterima oleh seorang mahasiswa yang berdemo. Tidak diketahui pasti ucapan tersebut.

Sejumlah mahasiswa dan aparat terlibat dalam aksi saling dorong mendorong. Tak hanya itu, mahasiswa juga terlihat saling tunjuk dengan aparat yang berjaga. Untung saja kedua belah pihak dapat mengendalikan diri. Korordinator Lapangan (Korlap) aksi, Syarif mengambil alih komando dan memerintahkan kepada mahasiswa untuk tenang. Sementara itu, polisi melalui pimpinannya juga diperintahkan untuk mengendalikan diri.

“Ini aksi damai. Kita ini calon intelektual, kita harus mengedepankan otak bukan otot,” teriak Korlap aksi.

Mahasiswa yang sudah kepanasan terus merangsek ke teras kantor dewan yang sudah dipagar betis oleh polisi sembari berorasi menyuarakan tuntutan untuk membatalkan UU Pilkada tidak langsung yang sudah disahkan oleh DPR. “UU Pilkada yang membuat kepala daerah dipilih oleh DPRD tidak menggambarkan keinginan masyarakat,” ujar salah seorang demonstran.

Mereka saling bergantian melakukan orasi menuntut pembatalan UU Pilkada yang dinilai membuat mundur demokrasi di Indonesia. Mereka juga meneriakkan yel-yel untuk membakar semangat dan idealisme mahasiswa peserta aksi.

Dua anggota DPRD Sulteng masing-masing dari Partai Nasdem dan PDI Perjuangan, yakni Edmon Leonardo dan Muharram Nurdin menyambut mahasiswa di depan Kantor DPRD Sulteng. Namun oleh mahasiswa menyesalkannya karena sesungguhnya yang diinginkan adalah partai yang menolak dilakukannya pemilihan langsung sdeperti Gerindra, Golkar dan koalisinya.

“Kalau Nasdem dan PDI Perjuangan kita sudah tahu sejalan dengan keinginan kita agar Pilkada langsung, tapi mana partai koalisi merah putih itu yang menginginkan pemilihan lewat DPRD? Jelaskan kepada kami alasan anda!” teriak mahasiswa.

Selain kedua angota DPRD yang belum lama ini dilantik, tak satupun anggota lainnya yang menerima mereka. Akhirnya ratusan mahasiswa tersebut kembali dan berjanji akan kembali lagi dalam jumlah yang besar jika UU Pilkada tersebut tidak segera dibatalkan. (af/*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button