Diduga Berzinah, Sekkab Touna Dipolisikan

PALU – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Touna, Syaiful Bahri Laborahima dilaporkan ke Polda Sulteng karena diduga melakukan perzinahan dengan menggauli istri orang.

Dugaan perselingkuhan Sekkab Touna Syaiful Bahri Laborahima tersebut dibeberkan Andry Wantania (pelapor), saat bertandang ke redaksi Radar Sulteng, di gedung Graha Pena, Selasa (17/2) malam. Andry yang datang bersama Mardiana (istri) yang juga menjadi terlapor, memperlihatkan isi surat Laporan Polisi (LP) di Polda Sulteng dengan nomor : TBL/93/11/2015/SPKT tentang perzinahan.

Andry Wantania menceritakan, perselingkuhan antara Mardiana Lapay (istrinya) dengan Sekkab Touna tersebut, diketahui pertama kalinya pada tanggal 5 November 2014 lalu, setelah melihat pesan singkat bertuliskan tentang ajakan Sekkab Touna ke salah satu hotel di Kota Palu.

“Awalnya saya mengetahui kasus ini, setelah saya melihat ajakan Sekkab Touna masuk ke hanphone istri saya. Dia mengajak ke salah satu hotel ke kamar 108. Ini pasti sudah lama terjadi tapi secara logika nanti dari sms itu baru saya dapat buktikan,” terangnya.

Menurutnya, semua perbuatan-perbuatan mereka semakin jelas setelah ia mendapat pengakuan dari istrinya bahwa mereka sudah sering berhubungan mulai bulan Mei 2013. “Saya sudah mempunyai bukti-bukti seperti tiket kemana mereka pergi,” akunya .

“Bukti rekaman juga ada saat saya klarifikasi ke Sekkab Touna bahwa ia mengakui perbuatannya tapi seolah-olah istri saya yang salah, sehingga menurut saya itu sudah terbukti kalau mereka melakukan hubungan suami istri,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Andry Wantania merasa telah diganggu dalam rumah tangganya yang dibangun selama 10 tahun terakhir, sehingga meminta terlapor untuk mempertanggung jawabkan dan mengikuti segala aturan hukum yang berlaku. Sesuai peraturan hukum yang berlaku, dugaan perselingkuhan/perzinahan diancam dengan pasal 284 ayat (1) KUHP dengan ancaman paling lama Sembilan bulan penjara. Kasus seperti ini sifatnya delik aduan.

Dikonfirmasi terpisah, Sekkab, Syaiful Bahri Laborahima mengungkapkan, bahwa dirinya telah mendengar informasi sudah dilaporkan ke Polda Sulteng. “Saya di lapor karena mengganggu istrinya si pelapor, ya biarkan saja diproses secara hukum,” ungkap Syaiful santai.

Syaiful juga menambahkan dirinya siap hadir kalau sudah ada panggilan dari pihak Polda Sulteng dan sampai saat ini belum ada surat pemanggilan dari Polda Sulteng, “Saat ini Pihak Polda belum juga memanggil,” ucapnya.

Dirinya juga berharap dengan waktu tidak terlalu lama masalah ini bisa terselesaikan karena sebagai abdi negara dirinya harus fokus dengan pekerjaannya sebagai Sekkab Touna. Diungkapkan Sekkab, sebelumnya sudah dikumandangkan sebelum dirinya berangkat haji tapi sudah diselesaikan dengan baik. “Saya tidak membela diri serahkan saja ke pihak yang berwajib,” tuturnya.

Untuk kali ini dirinya mempercayakan pihak Polda memproses kasus ini hingga ke pengadilan, “Secara kebetulan MD itu adalah keluarga, kalau seandainya ini saya tidak bersalah dan kasus ini dimanfaatkan oleh orang lain saya akan melaporkan kembali kasus ini,” ungkapnya lagi.

Keluarganya kata Syaiful, sampai saat ini masih biasa-biasa saja. “Istri terus mendukung saya,”tuturnya. “Pada intinya saya serahkan ke pihak Polda untuk memproses. Terkait bukti-bukti yang dimiliki oleh pelapor silahkan dibuktikan didepan hukum,” tutupnya. (egi/pay)

Sumber: RadarSulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button