Dominasi Komoditas Kakao Makin Redup

PALU – Dominasi kakao sebagai komoditas andalan ekspor kini semakin meredup. Dalam dua tahun terakhir, peran kakao makin terpuruk digantikan oleh komoditas lainnya. Berdasarkan data ekspor yang dirilis BPS, selama 2014 nilai ekspor kakao hanya 2,03 persen dari total ekspor Sulteng.

Share kakao tersebut bahkan lebih rendah dari ekspor kayu dan barang-barang dari kayu yang tercatat sebesar 4,22 persen atau bahkan ekspor Lemak dan minyak hewan/nabati yang share-nya mencapai 14,89 persen daro total ekspor Sulteng periode Januari-Desember 2014.

“Bahkan, beberapa bulan terakhir tidak ada lagi ekspor kakao dari Sulteng,” ujar kepala BPS Sulteng, JB Priyono di kantornya kemarin (2/2).

Ia mengungkapkan, selama Desember 2014, kelompok kayu dan barang dari kayu menjadi kelompok komoditas ekspor terbesar. Nilainya mencapai US$ 0,28 juta atau berperan 32,94 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah. Kelompok komoditas penting lainnya adalah buah-buahan senilai US$ 0,25 juta, lak, getah dan damar senilai US$ 0,15 juta, serta mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 0,11 juta. Sedangkan nilai ekspor kelompok komoditas lainnya masing-masing di bawah US$ 0,10 juta.

“Selama Januari-Desember 2014, kelompok minyak mentah merupakan kelompok komoditas ekspor paling dominan senilai US$ 35,02 juta atau sebesar 43,45 persen dari total nilai ekspor,” sebutnya. Disusul bijih, kerak, dan abu logam senilai US$ 19,34 juta atau 24,00 persen dan lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$ 16,20 juta atau 20,10 persen.

Bila dilihat dari negara tujuan Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama Desember 2014 yakni mencapai US$ 0,28 juta atau 32,94 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah. Negara tujuan berikutnya adalah Korea Selatan senilai US$ 0,19 juta atau 22,35 persen, Malaysia senilai US$ 0,11 juta atau 12,94 persen, dan India senilai US$ 0,10 juta atau 11,76 persen. Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masingmasing di bawah US$ 0,10 juta.

“Selama Januari-Desember 2014, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor Sulteng terbesar Sulawesi Tengah. Nilainya mencapai US$ 36,65 juta,” sebutnya.

Disusul Korea Selatan senilai US$ 22,66 juta, Singapura senilai US$ 14,71 juta, AmerikaSerikat senilai US$ 1,93 juta, dan Malaysia senilai US$ 1,76 juta. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok sebesar 45,48 persen, Korea Selatan sebesar 28,12 persen, Singapura sebesar 18,25 persen, Amerika Serikat sebesar 2,39 persen, dan Malaysia 2,18 persen. Sementara itu, negara lainnya masing-masing berperan kurang dari 1,00 persen. (af/*)

Sumber; Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button