Dosen dan Staf Kependidikan Untad Siap Divaksin

Sejumlah Influencer Minta Divaksin
Program vaksinasi Covid telah berlangsung lebih satu bulan. Sejak dimulai oleh Presiden Joko Widodo termasuk Artis Raffi Ahmad pada 13 Januari lalu, program vaksinasi saat ini telah masuk ke tahap kedua dan menyasar kalangan tenaga kesehatan dan sebagian masyarakat umum yang dinilai dapat menjadi influencer dan trigger agar kalangannya jangan takut untuk divaksin dan ikut menyukseskan program pemerintah.

Terkait implementasi program vaksinasi, Pihak Universitas Tadulako melalui Koordinator Kepegawaian, Amir Makmur SE MMSI menyampaikan bahwa di kampus itu terdapat lebih 1600 dosen dan lebih 1000 orang pegawai yang menunggu program vaksinasi.

Saat ditanya lebih lanjut terkait kesiapan dosen dan pegawai yang mendaftarkan diri, Amir Makmur mengungkapkan baru sekitar 60 persen yang menyatakan kesiapan. “Saya tidak tahu apa alasannya tidak mengisi angket ya. Tapi yang saya dengar katanya ada yang ragu dan takut dan ada juga alasan lain. Ini juga disayangkan. Harusnya kita jadi garda terdepan menyukseskan program pemerintah ini,” ujar Amir Makmur.

Untuk kepentingan meyakinkan mereka, beberapa dosen yang mau disiap divaksin kami carikan di beberapa Titik layanan. Tujuannya, beliau-beliau itu menjadi influencer sekaligus memberi testimoni kepada ribuan dosen dan pegawai yang belum Bersedia untuk Daftarkan diri untuk divaksin. Rektor Prof Mahfudz telah divaksin dan mengatakan aman dan halal. Demikian pula dosen-dosen senior lainnya. Mereka mengatakan bahwa vaksin tersebut aman dan tidak ada Dampak negatifnya. Jadi Dimohon agar dosen dan pegawai yang belum mendaftarkan diri segera mendaftar agar disusul pengirimannya kembali ke Kemenkes di Jakarta, tegasnya.

Mengapa dosen dan pegawai Untad perlu segera divaksin? Hal itu beralasan karena dengan dimulainya proses akademik Semester Genap 2020/2021 dosen dan pegawai akan menjadi “pelayan” dan berhadapan langsung dengan mahasiswa. Jika telah divaksin, ujar Amir Makmur, diharapkan dosen dan pegawai memiliki kekebalan dan dapat melakukan pelayanan dengan baik dan maksimal.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi terkait adanya unsur dosen Universitas Tadulako yang telah melakukan vaksinasi meskipun belum jadwalnya, Amir Makmur menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan itu, selain bagian dari ikhtiar untuk sehat dan menyukseskan program pemerintah, juga tidak ada aturan yang dilanggar. “Itu bukan Kejahatan dan tidak ada hak orang lain yang diambil dan aturan yang dilanggar. Ini sama dengan tahap pertama, saat presiden melakukan vaksin dengan tokoh masyarakat bahkan artis dan influencer,” jelas Amir Makmur.

Koordinator Kepegawaian juga menambahkan bahwa vaksinasi yang telah dilakukan itu juga dilaksanakan di beberapa layanan kesehatan. “Jadi kalau ada kelebihan satu sampai dua dosis yang belum terpakai oleh Nakes karena mungkin ada yang tidak bisa divaksin maka sisa dosis itulah yang kami minta, dan nanti jatah dosen bisa diberikan ke Nakes yang belum tervaksin saat jadwalnya. “kami memang telah bermohon agar pihak kami diberikan kesempatan. Biar bagaimana, dosen dan pegawai itu akan berhadapan langsung dengan mahasiswa dalam pelayanan. Selain itu, ini untuk memberikan contoh kepada dosen dan pegawai yang masih ragu, bahwa vaksin ini aman dan halal, sesuai anjuran pemerintah dan fatwa MUI,” jelasnya.

Salah seorang dosen yang telah divaksin juga membeberkan bahwa dirinya mau melakukan vaksinasi karena terpanggil untuk menyukseskan program pemerintah dan upaya untuk tetap sehat. Saat ditanya jika masih ada pihak yang mempermasalahkan karena lebih awal dari jadwal vaksin, dirinya mengaku heran karena urusan itu harusnya didukung. “Kalau ada yang tanya-tanya, siapapun dia, berarti dia hanya cari-cari urusan. Orang begitu itu orang yang perlu dipertanyakan nalar dan logikanya. Di situasi ini, kita harusnya saling mendukung program ini. Tidak ada juga aturan yang dilanggar, dan ini bukan kejahatan, malah memberikan kampanye positif terkait kelayakan program vaksinasi ini. Jadi tidak usah diurus orang yang suka cari urusan itu,” ujar dosen itu. (Ss01)

Related Articles

Back to top button