DPRD Sulteng Dukung Pembentukan Kabupaten Duta

PALU – Forum masyarakat penginisiatif pembentukan Kabupaten Donggala Utara (Duta) menyerahkan berkas dokumen pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) kepada DPRD Sulteng, yang diterima Sekretaris Komisi I DPRD Sulteng Rusli Dg Palabbi SSos MSi, disaksikan anggota Komisi I Moh Ismail Junus SE, di ruang kerja Komisi I yang membidangi Pemerintahan Politik dan Hukum, Senin (23/3).

Menurut Rusli Dg Palabbi, dengan diterimanya berkas dokumen rencana pemekaran Kabupaten Duta, maka perjuangan masyarakat di daerah itu, semakin kuat. Bahkan dengan masuknya dokumen tersebut, anggota DPRD Sulteng menyatakan sangat mendukung pemekaran Kabupaten Duta, yang ditandai dengan penerimaan dokumen secara resmi.

Setelah penyerahan dokumen itu, kata Rusli, pihaknya akan menggelar rapat bersama para tokoh pemekaran Kabupaten Duta, yang tergabung dalam tim 10, yang dijadwalkan pada Jumat (27/3). Pertemuan tersebut mengagendakan pembahasan dan memeriksa kelengkapan berkas yang telah diserahkan oleh forum pemekaran. “Pertemuan dengan tim pemekaran sebagai bentuk respons DPRD Sulteng terhadap perjuangan masyarakat Donggala Utara yang menginginkan pemekaran wilayahnya,“ paparnya.

Dijelaskannya, dokumen yang meminta DOB Kabupaten Duta, harus memenuhi tiga syarat penting, yakni usulan pemekaran dari tokoh-tokoh masyarakat setempat disertai data potensi pendukung, rekomendasi dari DPRD Sulteng, dan surat pengantar dari Bupati Donggala selaku kabupaten induk. “Seperti diketahui, surat pengantar Bupati Donggala inilah yang belum ada, ini yang akan kami pertajam lagi dalam pertemuan di hari Jumat nanti,“ jelas Rusli.

Sementara Ketua Forum Pembentukan Kabupaten Duta, Drs Hamdjan MH Landolo, kepada Radar Sulteng, mengatakan, aspirasi masyrakat Duta begitu kuat untuk membentuk DOB sendiri, dikarenakan selama ini mereka kerap mengalami kesulitan tatkala ada warga mereka yang sakit. Biasanya warga yang sakit, meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit, disebabkan jarak tempuh dari wilayah Duta ke rumah sakit di Palu begitu jauh.

“Inilah salah satu pendorong, mengapa kami harus melakukan pemekaran. Antara lain karena faktor jarak tempuh ke kota yang begitu jauh. Belum lagi infrastruktur yang kurang memadai di wilayah kami,“ ungkap Hamdjan.

Karena itu, kata Hamdjan, warga Duta juga sudah menyiapkan lahan seluas 5 hektar di Desa Tambu Kecamatan Balaesang, untuk dibangunkan rumah sakit, agar warga tidak jauh lagi membawa keluarganya yang sakit ke Palu.

Faktor lain yang menjadi motivasi, katanya, karena jumlah penduduk yang besar sekitar 105 ribu jiwa saat ini, yang bermukim di lima kecamatan, yang kedepannya bisa dimekarkan, yaitu Kecamatan Balaesang Tanjung, Balaesang, Dampelas, Sojol, dan Sojol Utara. “Bahkan jumlah pemilih kita ada 83 ribu orang. Kekuatan ini cukup signifikan untuk menjadi syarat sebagai daerah otonomi baru,“ bebernya.

Selain jumlah penduduk yang cukup, wilayah Duta juga memiliki sumber daya alam (SDA) yang memadai, yakni persawahan yang kini menjadi salah satu lumbung padi di Sulteng, kelapa dalam, cengkeh, dan kakao. Ditambah lagi potensi tambang seperti emas dan nikel, sangat menjanjikan, dari Balaesang hingga ke Ogoamas.

Sedangkan tokoh pemekaran lainnya, Yasin, meminta agar Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH tidak perlu cemas, apalagi ragu karena kehadiran Kabupaten Duta. “Justru dengan kehadiran Duta akan menguntungkan Bupati Donggala, pak Kasman Lassa. Warga akan mencatat dengan tinta emas pak Kasman sebagai pahlawan pemekaran Kabupaten Duta,“ kata Yasin.

Kehadiran Kabupaten Duta juga tambah dia, tidak akan menyebabkan merosotnya ekonomi dan PAD Donggala. Pemkab Donggala diprediksi akan semakin fokus dengan pengelolaan wilayahnya setelah pemekaran dan PAD tetap meninggi. Selain itu, proses pemekaran juga membutuhkan waktu yang cukup panjang, sehingga tidak akan mengganggu wibawa dan kepemimpinan Bupati Donggala saat ini. Prosesnya, usulan pemekaran itu masih akan digodok lagi di Komisi II DPR-RI dan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. “Perjuangan pemekaran Kabupaten Duta, saya kira tidak akan mengganggu kepemimpinan Bupati Donggala. Pak Bupati tetap aman diposisinya hingga selesai masa jabatan beliau,“ tandas Yasin.

Kata Yasin, pemekaran itu juga didedikasikan untuk masa depan anak-anak Duta, sebagai generasi penerus bangsa yang memerlukan kehidupan yang sejahtera, pendidikan yang baik, dan fasilitas kesehatan yang mumpuni. Sebelumnya, Bupati Donggala Kasman Lassa menyatakan penolakannya terkait pembentukan Kabupaten Duta. Hal itu disampaikan secara terbuka oleh orang nomor satu di Donggala ini, saat memberikan sambutan pada pembukaan Musrenbang tingkat Kabupaten Donggala belum lama ini.(mch)

Sumber: RadarSulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button