Dr. Husain Umar, Sosok Bersahaja Kini Telah Tiada

Manusia berada di alam fana, memang hanya untuk sementara. Batas waktunya pun tidak selama dengan usia geologi. Namun jika sahabat dan sosok kakak yang begitu baik, lalu meninggalkan kita begitu mendadak, maka hati siapapun akan bersedih. Adalah Dr Ir Husain Umar MP, seorang guru yang selama berpuluh-puluh tahun mengabdikan dirinya di dunia Pendidikan tinggi Universitas Tadulako. Dia adalah pribadi yang selalu memahami hati dan persaan orang lain. Itulah mengapa, dalam kesehariannya selalu tahu, ungkapan apa yang layak terucap. Pernyataan apa yang pantas untuk disampaikan. Dan, kata-kata apa yang seharusnya diteruskan ke telinga saudara dan kolega yang lain. Sungguh, Husain Umar adalah sosok yang sangat bersahaja.

​Panggilan mendadak kepada Dr Ir Husain Umar, seolah Allah ingin berkata, “tak harus pamit kepada siapapun, di saat ingin menjemput orang yang dicintai-Nya”. Allah juga ingin berkata kepada kita semua, duka mendalam atas kepergian Istri tercintanya, tak bermaksud menambah duka bagi anak-anak, Keluarga, dan kita semua. Allah memanggil pasangan suami istri ini karena keduanya adalah pribadi-pribadi yang begitu Allah sayang dan cintai. Bukti ini Allah tunjukkan hanya selang beberapa minggu kepergian Ibu Dr Dra Astuty Husain Umar MSi, dosen senior Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tadulako. Rentetan kesedihan Keluarga besar FISIP, Faperta dan Fahutan, adalah bagian dari ujian demi ujian yang Allah perlihatkan.

​Begitu banyak goresan indah dalam membangun interaksi dengan sosok Dr Ir Husain Umar. Ketika Fakultas Kehutanan berpisah dari Fakultas Pertanian Tahun 2007, beliau dengan canda khasnya berkata, “maaf pak dekan, kukasih tinggalki Fakultas Pertanian, tapi tak berarti saya meninggalkan adindaku. Saya ibarat anak gadis pertama di Rumah Faperta, telah dipersunting sosok lelaki bertanggung jawab bernama Fakultas Kehutanan. Berpisah rumah tak berarti suamiku mau menjauh saya dari mertuanya”. Ungkapan sederhana tapi bermaknakan jika pribadi Dr Husain Umar adalah sosok yang selalu mampu menjaga hati sahabat-sahabatnya.

​Lulusan Universitas Hasanuddin ini, telah mengabdikan dirinya di Bumi Tadulako sejak tahun 1986, yang awalnya bergabung di Fakultas Pertanian saat Bapak Ir H Idris dan Ir. H. Masril Bustami M.Sc sebagai Dekan yang saling bergantian. Kita semua percaya, sebagai sosok guru yang mengajarkan banyak nilai dan kebajikan, amalan jariyah akan mengantarkan dan memayunginya di Padang Masyar hingga ditempatkan di Syurga terindah. Dr Husain Umar, bukan sosok yang senang mencampuri urusan orang lain. Mendengar cerita orang yang tidak relevan, memilih diam jika bukan yang menjadi urusanya. Sosok guru dan pribadi teladannya begitu terasa. Wajar jika kepergian beliau menghadap Sang Khalik mengejutkan kita semua, terutama Keluarga besar Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan.

​Sungguh mulia kisah hidup beliau dalam membangun kebersamaan. Dosen yang lebih muda begitu dia sayangi, dan yang lebih tua sungguh beliau hormati. Itulah Husain Umar yang kami kenal dalam pengabdiannya sebagai guru di Universitas Tadulako selama 35 tahun. Sebagai dosen senior di Fakultas Pertanian, sikap membimbing bagi dosen junior sangat terasa, membuat kedekatan melekat kuat hingga beliau menghadap ke Haribaan Allah SWT. Memang tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang tak punya kealpaan. Namun, dari sisi kadar kebaikan, sosok Dr Husain Umar jauh tak terhitung. Investasi sosial yang ditorehkan, telah menjadi modal beliau dalam mengarungi perjalanan Panjang nunjauh. Air kebajikan dan bekal dalam memulai jalan tapak, Insya Allah lebih dari cukup setelah lepas pintu kubur menuju keabadian di Alam Baqa.

​Kini, jasad Dr Husain Umar sudah tak berada di sekitar kita, namun kebajikan yang pernah beliau bagikan, kesejukan hati yang pernah kita rasakan, ilmu yang pernah beliau amalkan, dan senyum khasnya yang pernah kita saksikan, akan tetap abadi dalam ingatan. Pada saatnya juga, kita-kita semua akan kembali ke titik yang akan dilalui oleh Almarhum menghadap kepada Sang Pencipta Semesta Alam beserta segala isinya. Selamat jalan kanda Dr Ir H Husain Umar MP, kepergianmu meninggalkan duka yang mendalam, sedalam kebajikan yang pernah diteladankan kepada kami-kami. Pergilah menunaikan panggilan-Nya sebagai bukti cinta kepada hamba-Nya yang disayang. Air mata kami yang bersedih, memang tak bisa menghalangi kehenda Allah, namun menjadi saksi, betapa air mata kami bercerita dalamnya duka yang kami rasakan. Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. Selamat jalan Kanda, bilik Syurga telah menantimu bersama Ibu Dr Dra Hj Astuty M.Si, sosok isteri yang telah memberimu buah hati yang soleh dan soleha.
(Muhammad Basir-Cyio)

Related Articles

Back to top button