Dua Kecamatan di Parimo Terendam Banjir

TORUE – Hujan lebat yang mengguyur dua kecamatan di wilayah Selatan Kabupaten Parimo, yakni Torue dan Balinggi, menyebabkan pemukiman di dua kecamatan yang bersebelahan itu, direndam banjir. Bahkan jalur Trans Sulawesi yang berada di perbatasan Desa Tolai Induk dan Desa Balinggi macet total, karena terendam luapan air yang terus menggenangi jalan.

Begitu juga jembatan yang menghubungkan Desa Tolai Induk dan Desa Tolai Timur, nyaris jebol, akibat luapan banjir yang membawa material kayu dan tersangkut di badan jembatan.

Pemukiman di Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, adalah pemukiman yang paling parah terendam air. Pasalnya sungai yang membelah desa tersebut, meluap hingga hampir 3 meter dan tanggul penahan arus air jebol.

“Sejak sebelum salat Jumat, kami sudah mulai mendapat guyuran hujan lebat, namun sempat berhenti sejenak. Lalu kami pun menyempatkan diri untuk salat Jumat. Namun sejak pukul 14.00, hujan kembali turun dengan lebatnya, bahkan merata di beberapa kecamatan. Dan selang berapa jam kemudian, air pun langsung masuk ke kompleks rumah, karena tanggul penahan jebol,” ujar Muhlis, warga Desa Tolai Induk.

Beberapa warga yang khawatir rumahnya terendam air, langsung menyelamatkan diri, dengan membawa beberapa potongan pakaian dan barang elektronik. Malah ada yang panik dan berusaha untuk menyelamatkan mobilnya. Panik, warga tersebut, malah membawa kendaraan roda empatnya, menuju sumber jebolnya tanggul. Akibatnya, warga tersebut terjebak. Untungnya beberapa warga kemudian mengarahkan untuk keluar dari genangan air banjir, sehingga mobil pun selamat dibawa ke tempat yang aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo, yang dipimpin langsung Kepala BPBD, Arman Maulana, langsung meninjau lokasi banjir, dan mendata rumah yang terendam dan warga yang mengungsi.

Sementara itu, kemacetan terjadi di ruas jalan Trans Sulawesi, mengular hingga beberapa kilometer, pasalnya semua kendaraan roda dua yang memaksa menyeberang langsung terendam air dan akhirnya mati, di tengah-tengah luapan air banjir. Sementara kendaraan roda empat dengan jenis kendaraannya, memilih untuk menunggu air surut.

“Insya Allah, banjir yang menggenangi ruas jalan Trans Sulawesi tidak bakalan berlangsung lama, karena memang hanya luapan air yang lewat saja. Namun genangannya yang mencapai beberapa meter, menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas,” ujar Kapolres Parimo, AKBP Novia Jaya SH, saat mendatangi lokasi kemacetan di ruas jalan tersebut. (mbh)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button