Ekonomi Sulteng Hanya Tumbuh 5,11 Persen

PALU – Perekonomian Sulteng tahun 2014 tumbuh sebesar 5,11 persen. Mengalami perlambatan pertumbuhan bila dibandingkan pertumbuhan tahun 2013 yang mencapai sebesar 9,55 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali lapangan usaha Pertambangan Penggalian. Konstruksi merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,56 persen, diikuti oleh Informasi dan Komunikasi sebesar 12,53 persen dan Pengadaan Listrik dan Gas 10,52 persen.

Kepala BPS Sulteng JB Priyono mengungkapkan, menurut lapangan usaha struktur perekonomian Sulteng tahun 2014 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama. Yakni, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 34,37 persen, konstruksi sebesar 13,59 persen dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 9,69 persen .

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi, mencapai 2,62 persen. Diikuti Pertanian, Kehutanan, Perikanan sebesar 2,30 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,95 persen,” jelas Priyono dalam keterangan resmi di kantornya, kemarin.

Sementara itu, bila dibanding triwulan yang sama tahun 2013, pada triwulan IV-2014 ekonomi Sulteng tumbuh 9,51 persen. Pertumbuhan ekonomi Sulteng pada triwulan IV 2014 terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian. Konstruksi merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 50,51 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 14,66 persen dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 14,10 persen.

Struktur perekonomian Sulteng pada triwulan IV-2014 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama. Yakni, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 32,71 persen, Konstruksi sebesar 16,05 persen dan Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 9,58persen.

“Sumber utama pertumbuhan ekonomi Sulteng Triwulan IV-2014 adalah Konstruksi sebesar 5,32 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 3,33 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 0,86 persen,” jelas Priyono.

Sementara, bila dibandingkan triwulan III 2014, pada triwulan IV 2014 ekonomi Sulteng tumbuh 6,40 persen. Hal ini didorong oleh adanya pembangunan smelter di Sulawesi Tengah sehingga terjadi pertumbuhan pada Lapangan Usaha Konstruksi yang tumbuh sebesar 22,23 persen.

“Selain Konstruksi, Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,38 persen,” sebutnya lagi.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi selama tahun 2014 sebesar 5,11 persen terjadi pada seluruh komponen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,79 persen, diikuti oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 11,31 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 6,59 persen.

Struktur Ekonomi Sulteng tahun 2014 menurut pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 56,30 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto 38,22 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 14,97 persen.

Kalau dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2014, Komponen PMTB memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai 8,03 persen. Menyusul Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,63 persen.

“Sedangkan Ekspor Barang dan Jasa dan Net Ekspor Antar Daerah adalah dua komponen yang merupakan sumber pertumbuhan negatif sebesar -2,29 persen dan -5,14 persen,” jelasnya lagi. (af/*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button