Enam Jenderal Polisi Datangi Poso

POSO – Operasi pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso alias Abu Wardah  dengan sandi Camar Maleo masih terus berjalan di Poso. Untuk memastikan operasi berjalan dengan baik, sebanyak enam orang jenderal bintang satu dan bintang dua dari Markas Besar (Mabes) Polri melakukan kunjungan kerja di Poso, Kamis (12/3). Kunjungan kerja untuk memantau aktifitas pasukan di lapangan ini dipimping oleh Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Inspektur Jenderal (Irjen) Arif Wachyunadi.

Didampingi oleh Kapolda Sulteng Brigjend Idham Azis, Asops Kapolri Arief Wachyunadi mendatangi sejumlah pos pengamanan terpadu TNI-Polri yang ada di wilayah Poso Pesisir Bersaudara seperti pos pengamanan di desa Tangkura dan desa Tamanjeka. Pada pos pengamanan yang didatangi, para jenderal polisi ini menyempatkan berdialog singkat dengan pasukan yang berjaga. Para jenderal memberikan motifasi kepada anak buahnya untuk tetap siaga dan semangat dalam tugas negara. Rombongan jenderal juga memantau langsung kesiapan dan kondisi kesehatan  para pasukan yang ada di lapangan.
“Saya ingin melihat langsung operasi pengejaran kelompok teroris Santoso di lapangan. Dan operasi ini akan terus berjalan hingga Santoso dan kelompoknya ditangkap semua,” jelas Irjen Arif Wachyunadi kepada wartawan di Bandara Kasiguncu sesaat sebelum bertolak menuju Palu.

‘’Kunjungan ini juga untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan operasi, sekaligus untuk memberikan dukungan tambahan baik dalam bentuk bantuan pasukan maupun bantuan peralatan pendukung operasi,” imbuh jenderal dengan bintang dua di pundak ini.
Dikatakan Arief Wachyunadi bahwa sebenarnya dia dan rombongan sudah berada di Poso sejak Rabu (11/3). Selain untuk peninjauan operasi, kehadiran mereka di Poso juga untuk bertatap muka langsung dengan warga Poso Pesisir Bersaudara yang selama ini menjadi lokasi pelaksanaan operasi yang dilakukan oleh kepolisian.
“Beberapa pertemuan dengan warga masyarakat Poso Pesisir Bersudara sudah kami lakukan. Pada pertemuan tatap muka langsung itu, kami mendengarkan banyak keluhan warga karena selama ini dibayang-bayangi ketakutan oleh para kelompok teroris yang masih menjadi DPO. Dan kami pastikan kepada masyarakat bahwa pelaksanaan operasi camar maleo akan terus dilaksanakan hingga target para DPO teroris jaringan Santoso tertangkap semua,” terang Arief didampingi Kapolda Idham.
Sementara itu Kapolda Sulteng Brigjen Idham Azis menyebut bahwa penangkapan terhadap “bos” sipil bersenjata Poso, Santoso dan kelompoknya tinggal menunggu waktu. Sebab pasukan gabungan (TNI/Polri) di lapangan sudah menutup semua akses jalan yang selama ini dijadikan sebagai pintu keluar-masuknya logistic kelompok Santoso. “Tidak ada lagi akses Santoso dan kelompoknya untuk keluar-masuk hutan. Jalur logistic sudah kami tutup,” tandas mantan petinggi Densus 88 Mabes Polri ini. Jika logistic tak lagi disuplai, polisi yakin Santoso dan anak buahnya akan keluar dari hutan untuk mencari makan. Saat itulah penyergapan dan penangkapan dilakukan.
Selain Irjen Arief Wachyunadi, turut serta dalam rombongan adalah Staf Ahli Manajemen Kapolri Irjen Pol Aridono Sukmanto, Brigjen Pol Budi Agung Maryoto, Brigjen Pol  Umar Septono, dan Brigjen Pol Ilham Salahuddin. Sejumlah perwira menegah seperti Kombes Pol Awang Awaluddin , AKBP  Andri Wibowo  dan AKBP J.A Pinora juga ikut terlihat dalam rombongan kerja Irjen Arief.  (bud)
Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button