Fantastis! Ternyata Ada Kepala Daerah Dapat Honor Covid

Fantastis! Ada Kepala Daerah yang Dapat Honor Covid

Hadi Supaat, anggota DPRD Jember yang juga Anggota Pansus Covid-19 mempertanyakan honor yang jumlahnya fantastis, dan diperuntukkan bagi sejumlah pejabat sebagai tim pemakaman jenazah Covid-19.

Honor itu diterima Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember hingga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistisk BPBD Jember. Nilai honor yang diterima masing-masing pejabat itu sebesar Rp 70.500.000.

Adapun, total nilai honor dari empat pejabat lantaran menjadi tim pemakaman jenazah Covid-19, mencapai Rp 282.000.000. Hadi Supaat menganggap penerimaan honor itu tidak etis.

“Ini keputusan yang fatal dan tidak etis,” kata Hadi Supaat kepada beberapa media, pada Kamis (26/8).

Hadi menilai, nilai honor itu berlebihan dan tak etis karena bupati dan pejabat penerima honor sudah mendapatkan gaji negara. Selain itu, mereka juga telah mendapatkan tunjangan di luar gaji.

“Juga di situasi pandemi ini, semua pihak seharusnya merasa prihatin,” ujar dia.

Hal ini karena banyak masyarakat yang berjuang melawan Covid-19, dan terus bertahan di tengah keadaan ekonomi yang tidak menentu saat ini.

Anggota DPRD Jember itu meminta pejabat yang menerima honor dari tim pemakaman tersebut, seharusnya mengembalikannya.

“Ini adalah wabah, ini adalah penderitaan. Saya tidak ingin pejabat di pemerintah daerah ini menari-nari di atas penderitaan rakyat. Mengambil keuntungan. Harusnya honor sebesar itu bisa dialihkan peruntukannya untuk hal lain, misalnya untuk petugas pemakaman maupun tenaga kesehatan,” tegas dia.

Bupati Jember, Hendy Siswanto saat dikonfirmasi membenarkan dirinya mendapat honor sebagai pengarah tim pemakaman Covid-19. Dia mengaku baru menerima honor itu hanya sekali.

“Hal ini karena memang pada regulasi yang ada, ada pengarah, ketua dan anggota dan lainnya, ada kaitan dengan monitoring dan evaluasi,” jelas Bupati.

Menurut dia, perhitungan besaran honor ialah Rp 100.000 setiap ada warga yang meninggal karena Covid-19. Jumlah honor mencapai Rp 70.000.000 karena dihitung dari jumlah warga yang meninggal.

“Karena kami harus monitor setiap yang meninggal sampai malam hingga pagi,” tutur dia.

Dia mengakui, jumlah warga yang meninggal karena Covid-19 pada bulan Juni-Juli 2021 merupakan yang paling banyak.

Hendy mengaku honor yang diterima itu diberikan pada keluarga tidak mampu yang meninggal karena Covid-19. Honor itu diterima sebagai konsekuensi dari penanggung jawab yang bertugas memonitor pemakaman jenazah Covid-19 hingga pertanggungjawaban pada keluarga yang meninggal.

“Pelayanan itu yang harus kami monitoring setiap saat, bahkan di saat bukan jam kerja,” tutur dia. (ss23/*)

Related Articles

Back to top button