FKIP dengan Dikbud se-Sulteng Tandatangani Perjanjian Kerjasama

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan Evaluasi Pelaksanaan PPG dalamJabatan Tahun 2021 dan Persiapan PPG Tahun 2022 serta Penandatangan Perjanjian Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah di Swissbell Hotel pada Jumat (12/11/2021).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, turut hadir Dekan FKIP Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si., dan Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si.

Pada kesempatan tersebut Dekan FKIP Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Sulawesi Tengah yang sudah hadir secara lengkap dalam acara tersebut. 

“Berterima kasih kepada bapak/ibu kepala dinas setelah sore tadi melaksanakan rapat koordinasi dan sekarang akan menandatangani kesepakatan kerjasama dengan bapak ibu sekalian, saya pun berterima kasih kepada Prodi PPG yang sudah mendukung secara penuh sehingga adanya pertemuan ini” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan bahwa kerjasama tersebut harus terus terjalin karena keterkaitan antara Dinas Pendidikan yang ada di daerah dengan perguruan tinggi seperti siklus.

“FKIP tidak bisa lepas dari bapak dan ibu sekalian, sehingga kerjasama harus terus bekerja sama karena ada siklus yang menghubungkan kita, bapak dan ibu mendidik mereka di daerah dan masuk ke FKIP lalu akan kembali lagi ke daerah” katanya.

Selanjutnya Ia pun mengajak seluruh stake holder yang hadir untuk bekerjasama membangun sumber daya pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Kita bisa bersama-sama membangun sumber daya pendidikan yang ada di Sulawesi Tengah, bukan hanya kami di perguruan tinggi, tapi kita semua sehingga perlu kerjasama” pungkasnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P., IPU., ASEAN. Eng. yang mengapresiasi atas kehadiran seluruh Kepala Dinas pada malam tersebut serta mengungkapkan kemuliaan tugas yang diemban para aktor pendidikan yang hadir pada malam itu.

“Saya ucapkan terima kasih dan ini merupakan Anugrah yang sangat luas biasa seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Pendidikan dan Olahraga atau Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah hadir semua pada malam hari ini” ucapnya.

“Jabatan Kepala Dinas, sebagai dekan khususnya dalam bidang pendidikan memiliki amanah dan tugas mulia yang diemban, kemuliaan itu dapat digambar bahwa guru dapat menghasilkan orang sukses sehingga menjadi hal yang Istimewa pada malam hari ini untuk bersama membuat sebuah formulasi masa depan untuk kualitas proses pendidikan dan pengajar di setiap tingkatan mulai dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi” lanjutnya.

Pada sambutannya tersebut Rektor juga menyampaikan bahwa Kepala Dinas harus adaptif sehingga bisa menghasilkan pendidikan yang baik.

“Kepala dinas harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dibanding bawahannya, itulah sebabnya KEMDIKBUDRISTEK mengalokasikan dana yang tinggi untuk pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah, tujuannya agar para guru bisa memiliki kualitas yang baik sehingga gurunya bisa menjadi berkualitas olehnya dibutuhkan kegiatan PPG untuk meningkatkan kualitas tersebut. Olehnya malam ini kita samakan niat dan komitmen kita untuk mengawal guru yang mengikuti program PPG agar tidak sekedar mengetahui hanya mengikuti PPG, namun diperlukan pengawalan agar semua bisa lolos dengan kualitas yang baik sehingga dapat menghasilkan pelajar yang kualitasnya juga baik” tandasnya. 

Kemudian acara tersebut dibuka dengan resmi Oleh Rektor Universitas Tadulako yang dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Perjanjianji Kerjasama antara FKIP dengan seluruh Kepala Dinas yang hadir.

Pada moment yang sama Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Guru dalam wawancara mengungkapkan bahwa Pendidikan Profesi Guru telah berdiri sejak 1 Agustus 2018 dan telah memiliki akreditasi A.

“Tanggal 1 Agustus 2018 Program Studi Pendidikan Profesi Guru diamanahkan oleh Kementerian untuk berdiri. Pada tahun 2018 dan 2019 ada dana pendampingan dari kabupaten dan kota, tetapi di tahun 2020 dan 2021 itu tidak ada namun tetap ada kerjasama, ada guru dari kabupaten dan kota yang ber-PPG menggunakan dan APBN. Perlu diketahui bahwa Program Studi Pendidikan Profesi Guru FKIP sudah memiliki Akreditasi A”

Kaprodi Prodi PPG tersebut juga menjelaskan bagaimana proses yang akan dilalui oleh guru-guru tersebut untuk dalam pembinaan mereka.

“Karena ini pendidikan profesi ada 3 mata kuliah yang harus dijalani yaitu pendalaman materi 5 sks, perancangan perangkat pembelajaran 3 sks, serta PPL 3 sks. Setelah menjalani ini selama satu semester, para guru akan mengikuti uji kompetensi seperti halnya dokter, uji kompetensi yang dilakukan yaitu uji kinerja dan pengetahuan. Uji kinerja yaitu mereka akan mengajar dan akan dinilai, namun karena pendemi mereka cukup mengirimkan video mereka mengajar di sekolah masing-masing. kemudian video akan dilihat guru pamong dan dosen untuk diberikan saran” tuturnya.

Ia pun menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan guru-guru yang profesional dan bersertifikasi.

“Tujuan dari kerjasama ini untuk menciptakan komitmen guna peningkatan sumber daya atau kompetensi guru, baik sebelum atau sesudah PPG. Hal pertama bagaimana meningkatkan guru-guru yang belum tersertifikasi sehingga bisa lulus dalam pre-test, kita akan berikan pelatihan sehingga bisa menghasilkan guru yang profesional dan bersertifikasi” pungkasnya. (ss-szb)


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button