Gerakan Penuntasan Buta Aksara di Donggala

DONGGALA – Salah satu tolokukur keberhasilan pembangunan daerah diukur dari indeks pembangunan manusia (IPM). Karena IPM merupakan ukuran agregat dari dimensi dasar pembangunan menusia dengan melihat perkembangannya. Demikian dikatakan Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH, dalam sambutannya di kegiatan pencanangan/launching gerakan penuntasan buta aksara menuju Donggala bebas buta aksara 2015, Senin (2/2) kemarin.

Lanjut Bupati, IPM itu sendiri dihitung berdasarkan empat indikator yaitu angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan daya beli masyarakat. Dari empat indikator tersebut, dua indikator yaitu angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah merupakan domain dinas pendidikan. Oleh karena itu, dalam konteks peningkatan IPM, dinas pendidikan Kabupaten Donggala memiliki peranan yang sangat penting dan strategis. “Berdasarkan data BPS Kabupaten Donggala, tahun 2014, jumlah angka melek huruf baru mencapai 94,75 persen, hal ini berarti masih terdapat 5,25 persen penduduk donggala yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung atau buta aksara,” ungkapnya.

Lanjut Kasman, sementara angka rata rata lama sekolah sebesar 7,67 persen yang berarti rata-rata penduduk donggala baru duduk di kelas II SMP. Khusus angka melek huruf, Kabupaten Donggala menempati uruta ke 10 dari 13 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah. Untuk itu kata Bupati, diperlukan terobosan dan kebijakan yang produktif dalam upaya penuntasan buta aksara tersebut.”Oleh karena itu, pencanangan gerakan penuntasan buta aksara menuju Donggala bebas buta aksara 2015 yang dilakukan oleh dinas pendidikan, sayan nilai sebagai kebijakan yang tepat produktif dan startegis, sehingga patut diberikan apresiasi oleh semua pihak,” katanya

Dikatakan Kasman, pencanangan gerakan penuntasan buta aksara pada hakekatnya adalah permulaan untuk dimulainya kegiatan pemberantasan buta aksara, yang melibatkan semua komponen masyarakat. Dengan demikian pencanangan buta aksara haruslah dimaknai bahwa penuntasan buta aksara bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran Pemerintah Daerah, termasuk instansi vertikal dan masyarakat donggala. “Berkenaan dengan itu, saya meminta kepada jajawan DPRD, Forkompinda, SKPD di jajaran Pemkab Donggal, camat dan tim penuntasan buta aksara, UPTD Pendidikan serta kepala desa agar berperan secara maksimal dalam gerakan ini dengan berbagai upaya. Kita harus berkomitmen bahwa tahun 2015 ini, donggala harus bebas buta aksara,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan bupati, terkait gagasan kadis Pendidikan yang mengharapkan adanya kebijakan pemanfaatan dana ADD, yang bersumber dari APBD Pemkab Donggala tahun anggaran 2015 ini untuk kepentingan biaya penuntasan buta aksara di 9 kecamatan yang tersisa pada prinsipnya sangat disetujui oleh bupati sepanjang aturan membenarkan. Dia juga mensyukuri bahwa TAPD dan SKPD terkait ternyata sudah memasukan prihal tersebut ke dalam rancangan peraturan bupati tentang pengelolaan dana ADD. “Harapan kita memang demikian, mengingat program penuntasan buta aksara merupakan layanan dasar bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah, yang harus mendapat perhatian serius dari kita semua,” terangnya.

Bupati sangat meyakini, bahwa upaya maksimal dengan sinergitas peran dari semua pihak bila dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab maka program pendidikan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan tersebut menuju Donggala bebas buta aksara tahun 2015 akan terwujud sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. “Pada akhirnya Kabupaten Donggala kita harapkan akan menjadi kabupaten ke 3 di Sulawesi Tengan yang bebas buta aksara,” tandasnya.

Sebagaimana laporan panitia, tahap awal pelaksanaan program penuntasan buta aksara tersebut, dilaksanakan di tujuh kecamatan. Kecamatan Banawa, Banawa Tengah, Rio Pakava, Labuan, Sindue, Sindue Tombusabora, dan Kecamatan Balaesang. Jumlah Warga Belajar (WB) tahap pertama ditujuh kecamatan ini sebanyak 2006 orang, sementara jumlah tutornya sebanyak 400 orang. Sementara untuk tahap dua di sembilan Kecamatan yakni Kecamatan Banawa Selatan, Kecamatan Pinembani, Tanantovea, Sindue Tobata, Sirenja, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol dan Sojol Utara. Jumlah warga belajar di sembilan kecamatan ini adalah sebanyak 3.050 orang dengan jumlah tutor 609 orang.

Hadi dalam kegiatan pencanangan itu, diantaranya Wabup Donggala Vera E Laruni, Sekkab Donggala Aidil Nur, Ketua TP-PKK Donggala Indotang Lassa, seluruh SKPD, termasuk Camat, unsur pimpinan daerah, dan sejumlah Anggota DPRD Donggala.(af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button