Hakim Cueki Permohonan Pengalihan Status Habir-Aly

PALU – Habir Ponulele dan Aly Lasamaulu, sepertinya masih lama mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Palu. Kedua terdakwa kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif Kabupaten Donggala tersebut, belum bisa menghirup udara bebas.

Pasalnya, permohonan pengalihan status Habir dan Aly dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota, hingga kini tak kunjung disahuti hakim Pengadilan Tipikor/PHI/Negeri klas 1A Palu. Permohonan pengalihan diajukan keduanya sejak pekan lalu melalui penasehat hukum.

Hingga sidang kedua Rabu (21/1) dengan agenda mendengarkan eksepsi (keberatan) dari pihak terdakwa, permohonan mantan bupati Donggala dan wakil bupati Donggala itu, belum ada tanda-tanda disahuti. Sepertinya hakim masih “berat hati” mengabulkan apa yang dimohonkan Habir maupun Aly.

Dikonfirmasi sebelum sidang eksepsi dimulai, Ketua Pengadilan Tipikor/PHI/Negeri klas 1A Palu, Wayan Karya, membenarkan kalau permohonan Habir dan Aly belum dikabulkan. Pihaknya kata ketua pengadilan, masih mempertimbangkan beberapa aspek, di antaranya aspek manfaat dan aspek kooperatif kedua terdakwa.

“Sementara ditimbang-timbang. Belum disahuti. Sekarang keduanya tahanan hakim, yang dititipkan di Rutan Maesa Palu,”kata ketua pengadilan kepada wartawan.

Habir dan Aly merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) fiktif tahun 2010-2013 di Donggala, saat mereka menjabat bupati dan wakil bupati. Pada sidang pembacaan dakwaan pekan lalu, Habir didakwa merugikan negara Rp560 juta lebih, sedangkan Aly sebesar Rp897 juta.

Apa yang disampaikan ketua pengadilan, juga dibenarkan hakim ketua yang memeriksa perkara itu, A.F.S Dewantoro SH, MH. Dia mengatakan, belum bisa dipastikan, apakah permohonan pengalihan status tahanan akan dikabulkan atau tidak. Yang jelas hingga saat ini, belum ada titik terangnya menganai hal itu.

“Belum ada keputusannya. Kasusnya kan dipantau KPK karena dugaan korupsinya Rp1 miliar lebih. Jadi, kita sangat hati-hati, termasuk mengambulkan pengalihannya,”kata hakim yang akrab disapa Iwan ini.

Pantauan media ini pada sidang eksepsi Habir dan Aly di pengadilan kemarin (21/1), pengunjung sidang tampak ramai. Sanak keluarga, sahabat dan simpatisan kedua terdakwa, ramai-ramai datang memberi dukungan moril bagi Habir maupun Aly.

Bangku di ruang sidang yang disediakan bagi pengunjung, terisi penuh tanpa ada yang kosong. Ada ratusan orang yang datang menyaksikan sidang. Bahkan, tampak beberapa pria yang diduga simpatisan Habir dan Aly, sengaja ditugaskan berjaga-jaga di bagian luar ruang sidang. Termasuk mewarning rekan-rekan wartawan yang hendak mengambil gambar saat Habir dan Aly didudukan di kursi terdakwa. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button