Hanya 8 Jam di Rutan Maesa, 3 WNA Illegal Fishing Dikeluarkan Lagi

PALU – Tiga warga negara asing (WNA) yang diduga sebagai pelaku illegal fishing hanya ditahan di Rutan Maesa Palu selama 8 jam. Setelah itu dikeluarkan lagi.

Ketiga WNA yang masing-masing bernama Jessie D Casturico dan Charlie Neggrilo Ibajan asal Filipina dan Mohd. Qhairul bin Samaliddin asal Malaysia ditahan pada Sabtu siang (4/4/2015) sekitar pukul 14.00 Wita. Ketiga tersangka diserahkan langsung oleh penyidik Pangkalan Pengawasan SDKP Bitung berdasarkan surat perintah penahanan nomor: Han. 09/PPNS. Lan. 2/PP. 520/IV/2015.

Namun, sekitar pukul 22:00 Wita, penyidik Pangkalan Pengawasan SDKP Bitung Bayu S Suharto didampingi penyidik Dinas Kelautan Provinsi Sulteng, Andri, kembali mendatangi Rutan Palu untuk meminta ketiga tersangka dikeluarkan.

Mereka membawa surat perintah dari Kepala Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Bitung nomor: TitipRut 07/PPNS.LAN.2/PP.520/IV/2015 dan dikeluarkan pada malam hari.

Sesuai surat perintah penyidikan pangkalan pengawaan SDKP Bitung nomor: Print Sidik. 07, 08, 09/PPNS. Lan. 2/PP. 520/III/2015 tanggal 26 Maret 2015, WNA itu telah ditetapkan tersangka. Mereka dijerat tindak pidana perikanan pasal 92 jo pasal 26 ayat (1) dan pasal 93 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2), jo pasal 76 a Undang-Undang 45/2009 atas perubahan UU 31/2004 tentang perikanan.

Mereka melakukan tindak pidana illegal fishing pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2015 pukul 22.30 Wita di perairan sebelah Utara Sulawesi.

Kepala Rutan Maesa Palu, Giyono Amd, SH MH, Senin (6/4) membenarkan pelepasan ketiga WNA tersebut. Katanya pada Sabtu siang (4/4/2015) tiga tahanan WNA itu diserahkan, namun 8 jam kemudian dikeluarkan lagi atas permintaan pihak penyidik pangkalan pengawasan.

Persetujuan pelepasan ketiga tahanan itu kata Giyono karena pihaknya hanya sebagai penitipan tahanan sementara. Apabila sudah ada permintaan untuk mengeluarkan, Rutan Palu tidak dapat menghalangi.

Ia mengaku tidak memiliki kewenangan untuk itu. Dia mengakui penyidik dari Bitung tersebut memiliki surat perintah dari kantornya.

”Kami tidak bisa menghalangi mereka. Karena Rutan hanya tempat titipan. Ini kali pertama Rutan menerima tahanan illegal fishing dan ini juga kejadian pertama kali tahanan tidak sampai sehari berada di Rutan, ”pungkasnya. (afd)

sumber: beritapalu.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button