Hindari Kekacauan, Reka Ulang Digelar di Polres

PALU – Rekonstruksi kasus pembunuhan Stephandri Cornelis akhirnya digelar kembali oleh Polres Palu. Sebelumnya, proses rekonstruksi kasus itu pada 11 Februari 2015 batal, karena istri dan keluarga korban tidak menerima alias menolak.

Demi keamanan, polisi akhirnya melakukan rekonstruksi bertempat di kantor Polres Palu, Senin (16/2). Dua tersangka pembunuhan, Rifaldi dan Arfandi, dihadirkan bersamaan untuk memperagakan kejadian pembunuhan di kantor Badan Pertanahan Palu, Jalan Kartini, pada Januari 2015 lalu.

Reka ulang hari itu berlangsung aman. Dimulai sekitar pukul 12.00 hingga selesai. Keluarga korban beserta istri almarhum yang didampingi kuasa hukumnya, turut diundang untuk melihat jalannya proses rekonstruksi.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Hadi Kristanto, mengatakan, rekonstruksi bertempat di halaman Polres, dipilih karena alasan keamanan bagi saksi dan pelaku.

“Reka sebelumnya kan gagal, karena ada sedikit insiden. Makanya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kita memilih dilaksanakan di kantor polres,”jelas Hadi. Reka ulang sebelumnya dilakukan di tempat kejadian perkara, kantor Badan Pertanahan Palu, tapi gagal.

Polisi ingin menghindari amukan keluarga korban. Saat rekonstruksi dilalakukan Senin lalu, keluarga korban tampak antusias menyaksikan pelaku memeragakan aksinya. Ada 21 adegan diperagakan oleh kedua pelaku.

“Kuat dugaan motif pembunuhan karena dendam. Alhamdulillah rekonstruksi kali ini aman dan lancar. Keluarga korban yang hadir, semuanya berdiri di belakang garis polisi yang sudah dipasang sebelum dimulai rekonstruksi,”kata kasat.

Walau sempat terdengar teriakan kesal dari pihak keluarga, namun jalannya rekonstruksi tidak terganggu. Terlebih lagi saat adegan pelaku membunuh korban, yang diketahui seorang mandor pembangunan kantor Badan Pertanahan, sempat ada suara teriakan. “Tadi, sempat ada suara histeris. Tapi tidak mengganggu. Itu kami anggap manusiawi dan wajar,” sambung Hadi.

Pada rekonstruksi, tergambar jelas rentetan kejadian sebelum terjadi pembunuhan. Termasuk adegan pelaku ketika membacok korban dengan parang.

Hadi menyatakan, dari rekonstruksi itu, sudah bisa dilihat paran masing-masing pelaku yang terlibat kasus pembunuhan. “Polisi sudah bisa memastikan, sesuai peran yang dilakukan pelaku,”tandasnya. (af/*)

Sumber: radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button