Institusi Pendidikan Bantu Masalah Lalulintas

PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) Sulteng serta sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di daerah ini berkomitmen untuk membantu pihak kepolisian dalam permasalahan lalu lintas, terutama yang melibatkan generasi muda. Komitmen ini dituangkan kedalam penandatanganan kesepakatan (MOU) antara Kapolda Sulteng dengan Kepala Dinas Dikbud serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se Sulteng.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Azis mengatakan, angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas atau Lakalantas, setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Tidak terkecuali di Provinsi Sulteng, angka Lakalantas juga tergolong tinggi.

“Ini dapat kita golongkan sebagai kejadian ekstraordinary (luar biasa). Karena jika dijumlahkan dengan banyaknya korban tewas, setiap harinya akan ada yang meninggal sia-sia di jalan,” sebut Idham dalam kegiatan yang digelardi aula Torabelo Mapolda Sulteng, Senin (2/2/2015).

Masih tingginya angka Lakalantas, lanjut dia, menandakan budaya tertib berlalu lintas masyarakat masih jauh tertinggal dengan negara lain. Untuk itu, kata Idham, dengan bantuan dinas pendidikan dan sejumlah perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Tengah, upaya meminimalisir angka Lakalantas di daerah ini bisa terwujud.

“Ini harus menjadi bagian dari tanggung jawab moral kita bersama untuk membimbing anak-anak kita, agar ada generasi yang benar-benar tertib dalam berlalu lintas,” jelas Kapolda.

Dia pun menegaskan, kepolisian yang menjadi contoh sebagai pelopor tertib berlalu lintas, juga masih ada oknum yang tidak tertib. Dia pun mencontohkan, pernah mendapati adanya anggota polisi yang keluar malam mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm. “Saya ketika melihat itu langsung berhenti dan menegur anggota tersebut. Bagaimana kita memberikan contoh kepada para adik-adik pelajar, jika diri kita sendiri belum tertib dan taat terhadap peraturan lalu lintas,” sebut Idham.

Tidak lupa, Kapolda juga mengucapkan terima kasihnya kepada dinas pendidikan serta seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Sulteng, yang sudah mau berkomitmen untuk tertib dalam berlalu lintas. “Ini sebagai upaya kita menyiapkan generasi ke depan yang harus lebih baik dari generasi kita saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju mengungkapkan, komitmen para pendidik di daerah ini dalam pendidikan lalu lintas sudah lama berjalan. Namun demikian, dirinya berjanji akan kembali menegaskan ke masing-masing sekolah untuk memperkuat kembali pendidikan lalu lintas dalam muatan lokal (Mulok). “Dalam Kepmendikbud, Mulok sudah diatur. Tahun ini kita tegaskan lagi semua sekolah bangun kurikulum Mulok, dilihat kebutuhan utama. Salah satunya pendidikan lalu lintas,” jelas Ardiansya.

Meski demikian, disampaikan Ardiansyah, bahwa etika dan karakter tertib berlalu lintas, sejatinya tidak cukup hanya dengan teori namun praktik di lapangan. Para pendidik sendiri, sudah sering menyampaikan kepada siswa sekolah menengah pertama maupun menengah atas yang memang belum berhak mengendarai kendaraan bermotor, untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.

“Tapi kenyatannya, orang tua juga masih memberikan kendaraan kepada anak-anaknya, karena ada permasalahan lain yaitu kurangnya angkutan umum di daerah ini. Kita sudah berusaha tegas, namun belum ada solusi terkait masalah ini,” terangnya. Ke depan, upaya-upaya persuasif terhadap para pelajar, lebih jauh disampaikan Ardiansyah akan terus dilanjutkan, dalam rangka mengatasi dan meminimalisir angka Lakalantas yang melibatkan pelajar usia remaja.

Sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta turut hadir dalam kesempatan ini. Di antaranya Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS, Rektor IAIN Palu, Prof DR H Zainal Abidin serta sejumlah Ketua Sekolah Tinggi Swasta lainnya. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button