JANGAN PERCAYA KORAN DAN LEMBAGA PEMANTAU ABAL-ABAL

newsBanyaknya Koran abal-abal yang dijadikan alat memeras, semakin sempurna dengan adanya kerjasama yang sinerji dengan LSM Pemantau abal-abal. Kedua abal-abal ini, memang menjadikan Koran dan LSM-nya sebagai sarana mencari rezeki tidak halal guna menghidupi anak istrinya. Modus operandi mereka sesama abal-abal sangat sederhana. LSM Pemantau abal-abal mencari-cari data kepada pihak yang senang menjatuhkan orang lain, dan setelah data itu dimiliki, maka berdiskusilah dengan Pemimpin Redaksi Koran abal-abal guna menyusun strategis dalam pemuatannya dalam bentuk berita. Ujung-ujung dari permainan sinetron pasangan abal-abal ini adalah “memeras” dan “nego” uang atau proyek. Bila pimpinan instansi bermental lemah, maka itulah pintu masuk sepasang abal-abal itu, yakni Koran abal-abal dan LSM Pemantau abal-abal.

Tokoh Pers Sulawesi Tengah, Armin Ngalle SH, menguraikan itu setelah memperhatikan modus-modus operandi yang dilajalankan Koran dan LMS Pemantau abal-abal. Untuk itu, pinta Armin, jangan sekali-sekali mau terima atau merasa takut menghadapi pasangan abal-abal ini. Sebab suatu saat, baik Koran Abal-abal maupun LSM Pemantau abal-abal akan kena batunya. Memang, kata Armin, mereka kadang lupa bahwa sekalipun Koran itu memuat berita fitnah dan cerita omomg kosong yang seolah-olah benar, masyarakat sudah tidak mempercayainya. Bahkan isi berita seperti itu hanya akan ditertawakan oleh yang membacanya. “Masih bersyukur kalau Koran abal-abal itu ada yang baca. Kalau saya, biasanya saya pakai lap kotoran”, tegas Armin yang mengaku siap menghadapi Pemred Koran abal-abal atau Pimpinan  LSM Pemantau abal-abal. Sudah jenuh masyarakat disuguhi perilaku yang tidak terpuji, yang ujung-ujungnya hanya ingin mendapatkan uang haram, kata Armin.

Mengakhiri penjelasannya, Armin Ngalle SH mengatakan, jangan pernah takut digertak kalau dilapor ke KPK, sebab laporan yang masuk ke KPK itu puluhan ribu, namun bila laporan dari LSM Pemantau abal-abal yang tidak disertai data akurat, sampai kapanpun KPK tidak akan sikapi, sebab orang-orang di KPK adalah putera puteri terbaik bangsa yang memiliki kredibilitas, jati diri, dan pribadi yang kokoh. Beliau-beliau bekerja bukan berdasarkan argumentasi tetapi alat bukti. Itulah sebabnya, kadang ada laporaan yang jumlah halamannya ribuan tapi tidak digubris karena bukan data yang disajikan melainkan uraian-uraian pembenaran di atas kepalsuan. Apalagi jika laporannya hanya 19 atau 20 halaman, yang selain tidak ada datanya, kata-katanya juga sangat politis dan tendensius. “Mungkin itulah kemampuan otak kiri dari yang melapor dengan menggunakan LSM Pemantau abal-abal. LSM-nya abal-abal, pasti orangnya juga demikian, tandas Armin Ngalle SH menutup penjelasannya. (SS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button