Kapolres Perintah Lumpuhkan Pelaku Begal

PALU – Aksi penjambretan dan begal yang terjadi di wilayah Kota Palu menjadi salah satu perhatian serius jajaran Polres Palu. Tidak main-main, Kapolres Palu, AKBP Basya Radyananda memerintahkan anggotanya di lapangan untuk melumpuhkan para pelaku jika melakukan perlawanan.

Kepada Radar Sulteng, Rabu (4/3) kemarin, Kapolres mengatakan, aksi begal yang dikategorikan sebagai kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), menjadi salah satu perhatian khusus jajaran Polres Palu. Dirinya selaku pucuk pimpinan, telah memerintahkan anggotanya untuk menumpas para pelaku yang sudah cukup meresahkan masyarakat ini. “Saya sudah perintahkan anggota di lapangan untuk menindak tegas para pelaku, dan jika perlu lumpuhkan,” tegas mantan Kepala Detasemen C Korps Brimob Polri tersebut.

Salah satu bukti penindakan yang dilakukan aparat Polres Palu, yakni menangkap salah seorang pelaku yang telah beraksi melakukan penjambretan di 9 TKP berbeda. Pelaku yang diketahui bernama Ibrahim ini, memang sudah sejak lama menjadi incaran petugas. Untuk memberikan efek jerah bagi para pelaku, petugas tidak akan segan-segan memberikan tindakan keras bagi para pelaku yang saat ini masih beraksi.

Polisi saat ini, kata Kapolres, juga sudah mengantongi nama-nama beberapa pelaku yang kerap beraksi melakukan aksi begal di wilayah Kota Palu. Untuk menjamin rasa aman masyarakat, patroli-patroli di titik rawan aksi kriminalitas juga akan ditingkatkan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Hadi Kristanto menjelaskan, penangkapan terhadap Ibrahim bermula dari laporan korban, yang mengalami pencurian dengan kekerasan pada 1 Maret 2014 lalu. Tersangka yang saat melakukan aksinya dibonceng oleh rekannya yang masuk daftar pencarian orang, merampas tas milik korban dan menganiaya hingga korban terjatuh. “Menerima informasi anggota yang berpatroli berhasil menangkap satu pelaku, namun temannya berhasil kabur dan meninggalkan kendaraanya,” ungkap Hadi.

Masih menurut dia, kelompok ini sendiri, sengaja mengincar perempuan dan anak laki-laki remaja sebagai targetnya. Perempuan dan anak remaja, mereka nilai lemah dan gampang untuk dirampas barang-barang berharganya saat mengendarai sepeda motor. Dalam aksinya kelompok begal selalu membawa senjata tajam. Adapun titik-titik rawan aksi begal di antaranya di wilayah Palu Timur dan Palu Selatan. Ibrahim bersama rekannya diidentifikasi sebagai residivis dalam berbagai kejahatan, seperti curanmor dan pencurian lainnya. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button