Kasus Tambang Batusuya Jalan di Tempat

PALU – Penyidikan kasus dugaan tambang ilegal yang sedang disidik Polda Sulteng terkesan jalan di tempat. Hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa berkas perkara kasus ini akan dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan.

Ditemui kemarin, Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengungkapkan, penyidik hingga kini tetap melengkapi berkas perkara. Sebelum kembali dilimpahkan kepada jaksa untuk diteliti, berkas perkara nantinya akan digelar dahulu oleh penyidik beserta pihak dari kejaksaan. “Nanti akan kita gelar bersama jaksa, apa-apa saja kendala yang kita hadapi nanti dibicarakan bersama satu meja,” kata Wakapolda.

Nantinya lanjut Sugianyar, bila kasus ini memang akan dilanjutkan ataukah dihentikan, maka menjadi keputusan penyidik yang telah dikoordinasikan dengan jaksa. Dirinya selaku Wakapolda maupun Kapolda juga tidak bisa mengintervesi kasus yang ditangani penyidik. “Ini sudah menjadi tanggungjawab dari penyidik. Kami selaku pimpinan tidak bisa mengintervensi,” sebutnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto membenarkan, jika berkas perkara kasus dugaan tambang ilegal itu beberapa kali dipulangkan jaksa kepada penyidik. Berkas perkara sendiri kini masih dalam tahap penyempurnaan oleh penyidik. “Memang masih ada kekurangan (berkas perkara,red). Ada petunjuk yang harus kita lengkapi dahulu,” sebut Hari.

Ditanya petunjuk apa yang diberikan kepada jaksa untuk dilengkapi penyidik dalam berkas perkara nantinya, Hari masih enggan untuk menjawab. Begitupun ketika disinggung penetapan tersangka lain dalam kasus ini. Alasannya hal tersebut sudah teknis dari penyidikan. “Yang jelas kita terus berkoordinasi dengan jaksa. Kalau ada beda-beda pemahaman dan penafsiran hukum itu tetap bisa dikoordinasikan,” ujarnya.

Penyidik, lanjut dia, juga tidak bisa menargetkan kapan pastinya petunjuk dari jaksa tersebut dilengkapi. Sebab, dalam aturan hukum sendiri, tidak ada batas waktu dari penyidik untuk melengkapi berkas perkara. “Kecuali jaksa penuntut, diberikan waktu 14 hari untuk melakukan penelitian berkas dan memberikan petunjuk kepada penyidik,” jelasnya. Dalam kasus ini, penyidik Tipidter Ditreskrimsus telah menetapkan pemilik PT Mutiara Alam Perkasa (MAP), H Abbas Adnan serta Kadis ESDM Donggala, Syamsu Alam sebagai tersangka. Meski ditetapkan sebagai tersangka, keduanya belum dilakukan penahanan oleh penyidik. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button