Kayu Tanpa Dokumen Jenis Amara Ditemukan di Pantai

BANGKEP – Puluhan batang kayu jenis amara ditemukan di bibir pantai Luksagu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Kayu tanpa dokumen tersebut, akhirnya diamankan dan dibawa ke kantor Dinas Kehutanan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bangkep. Proses pengamanan kayu-kayu itu dikawal langsung Danramil Salakan, Kapten (Inf) Kondi Karim beserta aparat Polisi Kehutanan.

Kapten Kondi Karim kepada wartawan menjelaskan, awal mulanya ditemukan kayu tersebut, berdasarkan laporan salah seorang nelayan. Saat melaut, pukatnya menyangkut di kayu tersebut yang dikira buaya. Ternyata saat siang hari diselidiki, bahwa pukatnya menyangkut di kayu. Dari laporan tersebut, aparat TNI bersama Polhut turun ke lokasi menggunakan senjata lengkap.

Temuan kayu tersebut, jelas Kondi, pada 11 Februari lalu. Dari lokasi tersebut, ditemukan beberapa tumpukan kayu, diantaranya ada beberapa batang kayu yang ditenggelamkan di laut, dan kemudian di bibir pantai dengan ditutupi semak. Jenis kayu tersebut diketahui jenis amara yang termasuk kayu berkualitas setingkat dibawah kayu ebony. “Kayu tersebut ada yang tebangan baru dan tebangan lama,” jelasnya.

Kayu tanpa dokumen itu akhirnya menjadi barang bukti dugaan illegal logging, pasalnya tanpa adanya dokumen resmi. Kayu yang ditemukan mencapai 95 batang dengan volume mencapai 10 kubik.

Untuk mengangkut kayu dari Luksagu ke Salakan, aparat dibantu masyarakat setempat untuk dipindahkan ke truk. “Kayu itu illegal karena tanpa dokumen. Kalau ada yang mengaku, silakan ambil disertai dokumen. Kalau tidak, maka kayu itu disita dan akan dilelang,” jelasnya.

Per kubik kayu amara dijual antara Rp15 juta hingga Rp25 juta per bukinya, sehingga nilai jual kayu tersebut ditaksir mencapai Rp200 juta. Dengan ditemukan kayu tersebut, mengindikasikan adanya aktivitas illegal logging di Banggai Kepulauan, meskipun Bangkep termasuk daerah terpencil. Dari pernyataan Kondi Karim, aktivitas illegal logging diperkirakan di wilayah hutan di Kecamatan Totikum dan Tinangkung Utara, yang masih terdapat pohon-pohon kayu berkualitas tinggi. Apalagi diketahui, dari beberapa balok kayu itu, ada yang merupakan tebangan baru.

Sementara kayu illegal yang ditaruh di bibir pantai tersebut, mengindikasikan adanya aktivitas illegal logging yang menggunakan kapal, yang langsung sandar di bibir pantai tersebut. Tujuan angkut kayu itu diduga ke Singapura. Bahkan dari informasi yang diperoleh koran ini, aktivitas muat kayu ilegal itu, dilakukan pada malam hari. Warga setempat berharap kasus ini perlu mendapat perhatian dari Kapolda Sulteng, karena diduga ada aparat yang terlibat di dalamnya.(af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button