Kecewa, Warga Rusak Balai Desa

LUWUK – Warga Desa Dongin, Kecamatan Tolili Barat, Kabupaten Banggai kalap. Mereka menyerbu balai desa dan menghancurkannya beserta isinya. Tak selesai sampai disitu, warga juga mendatangi rumah Kepala Desa, Askaf Abdullah dan melemparinya dengan batu, Senin (22/9/2014).

Aksi anarkis itu dipicu oleh kekecewaan warga atas kepemimpinan sang Kades. Beberapa persoalan yang ada di desa itu tidak tertangani dengan baik oleh Kades, seperti tidak transparannya pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan juga adanya dugaan pemalsuan tandatangan warga oleh Kades.

Aksi anarkis itu berhasil reda setelah aparat gabungan dari Polres Banggai dan Polsek Toili tiba di lokasi kejadian. Warga yang jumlahnya ratusan dipukul mundur oleh polisi. Polisi bahkan menangkap sejumlah warga yang diduga melakukan perusakan.

Kapolres Banggai AKBP Dulfi Muis, S.Ik, SH, MH Selasa (23/8/2014) mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tentang dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Kades, namun belum cukup bukti untuk menjeratnya.

“Kita sudah periksa sejumlah saksi dan bukti-bukti masyarakat yang didampingi sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lakip Perjuang 45 Merah Putih. Tetapi, keterangan saksi dan bukti-buktinya tidak lengkap untuk bisa menjerat Kades Dongin,” kata Kapolres.

Masyarakat Dongin juga sudah melaporkan kades Dongin kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Banggai. Tetapi, laporan mereka tidak mendapat tanggapan karena tidak didukung dengan saksi-saksi maupun bukti-bukti yang cukup.

Karena semua aksi dan laporannya tidak mebuahkan hasil, warga melakukan tindakan sendiri dengan aksi merusak. “Sebagai aparat kepolisian harus mencegah tindakan seperti itu. Kalau ada masalah, masyarakat diminta melapor, bukan main hakim sendiri,” katanya.

Kapolres juga mengaku pihaknya sedang mengejar tiga provokator yang melarikan diri saat aksi perusakan berlangsung. Selain itu ia menduga, aksi anarkis itu juga dipelopori oleh salahs atu LSM yang menjadi pendamping warga. “Kami sudah menanyakan status LSM pendamping masyarakat Dongin itu. Setelah diselidiki, ternyata LSM itu belum terdaftar di Kesbang-Linmas Kabupaten Morowali maupun Kesbang-Linmas Sulteng,” ungkapnya.

Terkait dengan pengrusakan itu, Polres Banggai telah menahan 10 warga Dongin atas tindakan pengrusakan balai desa sesuai pasal 170. Sedangkan tiga orang yang dinyatakan provokatornya dikenakan pasal 160 atas tindakan penghasutan. (af/*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button