Kelaparan, Warga Kabinuang Ditemukan Tewas

TOLITOLI – Sungguh malang nasib Wilson (60), meski tinggal di daerah yang dijuluki kota cengkeh, namun harus menderita hingga akhir hayatnya. Warga Bukit Lingkungan Kabinuang Kelurahan Nalu itu, diduga tewas akibat kelaparan di pondoknya.

” Setelah dilakukan visum di rumah sakit, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga berdasarkan keterangan yang berhasil didapatkan dari warga sekitar TKP, untuk sementara kami menyimpulkan, korban tewas karena sakit dan kelaparan,” jelas Kasat Reskrim Polres Tolitoli, Iptu Fadli Syaifudin kepada Radar Sulteng kemarin.

Kasat Reskrim menjelaskan, sampai saat ini selain hanya mengetahui nama korban, belum diketahui siapa keluarga korban dan dari mana korban berasal. Sebab, seluruh warga yang bermukim disekitar TKP saat dimintai keterangan oleh polisi, mengaku meski mengetahui keberadaan korban tinggal di rumah kebun, namun tidak mengetahui memiliki keluarga di Kabupaten Tolitoli.

“Warga sekitar hanya mengetahui korban hidup sebatang kara di daerah ini, tidak punya keluarga, sehingga kami kesulitan untuk mencari keluarga korban untuk mengabarkan,” ujar Kasat Reskrim.

Menurut Fadli, yang juga sempat turun langsung dalam upaya mengevakuasi mayat korban, sebagai tindak lanjut atas penemuan mayat tersebut, setelah melakukan evakuasi dari TKP menuju RSU Mokopido untuk divisum, selanjutnya pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial. Hal ini terkait masalah pemakaman, bahkan pemulangan jenazah jika tiba-tiba ada keluarga korban yang mengetahui.

Saat ini menurut Fadli, jenazah korban masih disimpan di ruang jenazah RSU Mokopido, menunggu keluarga korban. Namun jika tidak ada yang mengenal maka jenazah tersebut akan segera dimakamkan dengan meminta bantuan Dinas Sosial.

Sementara seorang warga lingkungan Kabinuang yang sempat berkomunikasi sehari sebelum korban ditemukan tewas, mengatakan, korban mengaku lapar dan sempat minta makanan darinya, saat itu menurutnya, korban ditemukannya sudah dalam kondisi lemah.

“Kemarin waktu saya ketemukan, dia sudah loyo, mungkin kelaparan, karena dia minta makanan, makanya saya pulang ambilkan roti, saya mau suap tapi sudah tidak bisa makan, makanya saya cuma kasikan minum,” ungkap seorang warga yang mengaku akrab disapa Papa Pian ini.

Papa Pian juga mengatakan, sebenarnya keesokan harinya (Senin kemarin,red) dia berniat membawa korban ke rumah sakit untuk dirawat, namun saat ia kembali mendatangi pondok tempat tinggal korban, korban didapati dalam kondisi tergeletak dan sudah tidak bernyawa. “Begitu  saya dapat sudah meninggal, saya langsung turun dari gunung, dan memberitahukan warga lain, baru kemudian melaporkan kepada polisi,” ujar Papa Pian.

Menurutnya, meski korban telah lama tinggal di pondok kebun di atas perbukitan,d ia tidak tahu dari mana korban berasal. Yang diketahuinya korban berasal dari luar wilayah Tolitoli dan tinggal sendiri di pondok atas bukit yang kebetulan merupakan kebun milik warga sekitar.

“Yang saya tau cuma itu pak, karena korban juga tidak pernah cerita mengenai keluarga dan dari mana dia berasal,” tambahnya. (yus)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button