Trending

Komisi Etik Diisi Wajah-Wajah Baru

Komisi Etik, sebagai salah satu unsur yang dipersyaratkan Badan Akareditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setiap kali melalukan re-akreditasi Institusi, diharapkan mengambil peran lebih nyata ke depan. Atas pertimbangan itu, maka Komisi Etik ini, juga sedang dalam proses untuk masuk dalam Organisasi & Tata Kerja (OTK) Universitas Tadulako yang akan diusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristekdikti. Untuk kepentingan itu, hari ini Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir Mahfudz MP juga mengukuhkan personal baru di jajaran Komisi Etik.

Adapun SDM yang dikukuhkan pada hari ini adalah Dr Samsurizal M. Suleman, M.Si (Ketua), M. Sulaiman Zubair, Apt. S.Si., M.Si., Ph.D (Sekretaris). Sementara yang menduduki Bidang-bidang adalah Saharuddin Djohas, SH. MH (Bidang Tenaga Pendidik), Dr. sc.agr. Yusran, SP.MP (Bidang Tenaga Kependidikan), dan Dr. Ir. Abd. Syakur, M.Si (Bidang Kemahasiswaan). Rektor sangat berharap agar ke depan, Komisi Etik mengambil peran, bukan hanya di saat ada pelanggaran etik warga kampus, tetapi lebih mendorong dalam penguatan nilai-nilai etika. Cara itu, kata Rektor, dengan melalui penguatan, khususnya pada tenaga dosen, pegawai, dan mahasiswa menjadi satu kesatuan sebagai unsur strategis yang ada di dalam kampus.

Program Penguatan Nilai Etik

Selama ini, Komisi Etik dinilai banyak kalangan kampus belum mampu bekerja maksimal, sebab terkesan menunggu pelanggaran etik lalu kemudian bekerja. Padahal, kata mereka, perlu ada upaya-upaya penguatan dalam pelayanan yang disertai dengan nilai-nilai etika yang terbangun dan melekat pada dimensi perilaku sosiokultural. Baik Dosen, pegawai maupun mahasiswa di saat  membangun interaksi, katanya. Jadi tugas Komisi Etik adalah penguatan nilai melalui program capacity building dari ketiga unsur kampus, yakni dosen, pegawai dan mahasiswa. Jika ini mampu dilakukan, maka keberadaan Komisi Etik akan menjalankan tugas secara rutin sama juga dengan unit-unit lainnya. Rektor Untad Prof Dr Ir Mahfudz juga menitip pesan agar Komisi Etik ke depan semakin memberi nilai dalam berkehidupan kampus demi terwujudnya kesejukan. Rektor juga dalam berbagai kesempatan senantiasa mengingatkan untuk saling menghargai, menjunjung tinggi etika baik dalam bertutur maupun dalam memberi layanan.

Sekretaris PPU, Dr Muzakir Tombolotutu, SE., M.Si. (ist)

Sekretaris PPU

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pusat Pengembangan Usaha (PPU) Universitas Tadulako, juga ikut dikukuhkan setelah posisi itu kosong karena Dr Ir H Husain Umar MP berpulang ke Rahmatullah beberapa waktu yang lalu. Untuk mengisi kekosongan itu, Rektor Universitas Tadulako memberi amanah kepada sosok yang dinilai sangat tepat, yakni Dr Muzakir Tombolotutu,  SE. MSi, staf Dosen Fakultas Ekonomi. Dr Muzakir dikenal memiliki relasi yang luas, bukan hanya di kalangan pemerintah provinsi tetapi juga di kalangan pemerintah daerah kabupaten. Menurut kolega Dr Muzakir Tombolotutu dari Fekon, keputusan Pak Rektor menunjuk Dr Muzakir Tombolotutu menduduki posisi Sekretaris PPU sangat tepat. Pribadinya yang ramah, juga mampu bergaul secara luas, termasuk sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di daerah ini. Menurut Dr Muzakir Tombolotutu, pihaknya akan bekerja sungguh-sungguh atas amanah yang diberikan Rektor Prof Mahfudz kepadanya, terang Jebolan Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Tadulako ini, sehari sebelum pengukuhan. (ss11)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button