Lengkapi BAP, Bupati Poso Kembali Diperiksa

PALU – Untuk kesekian kalinya Bupati Poso, Piet Inkiriwang memenuhi panggilan penyidik Tipidkor Polda Sulteng, terkait kasus tukar guling aset Pemkab Poso. Masih sama seperti sebelumnya, Piet dipanggil tetap sebagai saksi dalam kasus ini.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Piet diperiksa sejak pukul 07.30 wita. Pemeriksaan terhadap Piet sempat ditunda, sebab Bupati Poso ini hendak menghadiri rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang digelar juga di Mapolda Sulteng.

Pemeriksaan dilanjutkan, saat rapat koordinasi selesai sekitar pukul 11.00 wita. Piet diperiksa kembali sekitar satu jam dan keluar sekitar pukul 12.00 wita. Kepada wartawan, purnawirawan Polri ini tidak banyak berkomentar. “Saya sudah berikan keterangan yang benar, agar polisi juga punya data lengkap,” terang Piet.

Menurut dia, sebagai warga Negara yang baik, dirinya tetap datang menghadiri panggilan. Meski dirinya harus bolak-balik Polda Sulteng. “Saya harus taat aturan dan koperatif, ada yang masih harus ditanya kembali,” sebutnya. Dicecar pertanyaan lain, Piet mengaku tidak ingin terlalu berkomentar masalah teknis pemeriksaan, yang menjadi hak dari penyidik. “Biar nanti itu penyidik yang sampaikan jangan saya,” sebut Bupati sambil berlalu menaiki mobilnya dan meninggalkan wartawan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto menyebutkan, bahwa pemeriksaan terhadap Bupati Poso ini, merupakan kali ketiga. Pemeriksaan ketiga kalinya ini, untuk melengkapi pemeriksaan sebelumnya. “Hingga saat ini kami masih periksa yang bersangkutan sebagai saksi,” jelasnya.

Selain pemeriksaan terhadap Bupati Poso, penyidik Tipidkor Polda Sulteng, juga tengah menunggu hasil uji Labfor Makassar terhadap tanda tangan di berita acara penyerahan tukar guling aset dermaga danau Poso nomor: 031/1479/2010, yang disangkal mantan Sekkab Poso, Amjad Lawasa, yang juga tersangka dalam kasus ini.

Terkait dengan SK Bupati Poso tentang penetapan tukar guling dermaga nomor : 188.145/1478/2010 tanggal 6 Juli 2010, Sebelumnya Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Sulteng, AKBP Utoro Saputro menyampaikan, jika penyidik juga sudah menjadikannya sebagai barang bukti. Meski demikian, penyidik nantinya terlebih dahulu menunggu petunjuk dari pihak kejaksaan, setelah berkas perkara tersangka Yafet Santigi dan Amjad Lawasa diserahkan ke pihak kejaksaan. “Setelah berkas kita limpahkan, nanti jaksa yang berikan petunjuk selanjutnya (penetapan tersangka lain),” kata Wadirkrimsus. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng kini juga tengah menunggu hasil audit BPKP RI Perwakilan Sulteng, terkait perhitungan kerugian Negara yang ditimbulkan dari kasus ini. (af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button