LIPI temukan Teknologi Baru Baja Unggul

JAKARTAKebutuhan baja dalam berbagai aplikasinya di Indonesia diprediksi mencapai 20 juta ton pada tahun 2020. Namun, di tengah kebutuhan yang terus melonjak, bahan baku pembuat baja konvensional justru terbatas.

Nah, kini ada alternatif bahan baku pembuat baja yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Yakni, pembuatan baja unggul dengan bahan baku berbasis limonit (bijih nikel berkadar rendah).

Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Andika Widya Pramono mengatakan, temuan itu menjadi potensi baru bahan baku pembuat baja. Menurutnya, lapisan limonit adalah lapisan permukaan di dunia pertambangan. ”Selama ini jarang digarap. Padahal, potensi lapisan limonit di Indonesia saat ini mencapai 2 miliar ton,” katanya dalam diskusi publik di kantor LIPI, Rabu (17/12/2014).

Andika menuturkan, produksi baja berbasis limonit itu sudah diuji di Balai Pengolahan Mineral LIPI di Tanjung Bintang, Lampung. Dia optimis keberhasilan produksi baja berbasis limonit dapat menjadi titik balik kemandirian Indonesia di sektor baja.

Terkait dengan semangat pengembangan kemaritiman yang digagas Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi, baja berbasis limonit juga bisa diterapkan. Misalnya, sebagai salah satu material pembuatan dermaga-dermaga baru. Andika mengatakan, baja berbasis limonit tetap memenuhi standar baja pada umumnya. Yakni, anti korosi (karat) dan tahan terhadap beban tertentu.

LIPI berharap, pemerintah memulai produksi masal baja berbasis limonit untuk proyek-proyek kedinasan. Dengan harga sekitar Rp 10 ribu/kg, LIPI berharap pengembangan baja berbasis limonit itu bisa diterima industri secara luas.

Pembuatan baja berbasis limonit ini berpotensi memunculkan pro-kontra. Sebab, dalam produksi baja, umumnya ditekan sebisa mungkin tidak mengandung nikel. Namun, Andika mengatakan, dengan kandungan nikel hanya 1,5 persen sampai 3 persen, masih ditoleransi dalam produksi baja. Sementara terkait dengan kekuatan baja generasi baru ini, bisa dimodifikasi sesuai dengan kegunaannya. (af/*)

Sumber: JPNN

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button