Mahasiswa Demo Kematian Ketua HMI Palu

PALU – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palu melakukan demonstrasi terkait kematian tidak wajar ketuanya, Saddam Fadly yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit (RS) Madani Palu. Demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulawesi Tengah itu sempat diwarnai insiden saling dorong antara demonstran dengan aparat yang berjaga.

Dalam orasinya, mahasiswa mengutarakan kronologis hingga tewasnya Saddam Fadly yang baru saja terpilih sebagai Ketua HMI Palu periode 2014-2015. Ia mengatakan, Saddam dibawa ke RS Madani Palu karena mengalami gangguan psikologi pada hari Sabtu (20/9/2014). Sehari kemudian, pihak RS menyampaikan kabar buruk jika Saddam Fadly yang tercatat sebagai mahasiswa Untad dana akan diwisuda pada Kamis (26/9/2014) telah bunuh diri.

Pihak keluarga tidak menerima karena setelah melihat langsung mayat Saddam Fadly, di mulutnya keluar busa. Diduga, Saddam Fadly tewas karena overdosis akibat pelayanan RS yang tidak memadai.

“Ini pembunuhan,” teriak mahasiswa dari atas kap mobil pick up yang ditumpangi ke kantor Gubernur Sulteng, Rabu (24/9/2014).

Mereka meminta untuk bertemu langsung dengan Gubernur Sulteng , Drs Longki Djanggola untuk mendengar permintaannya, yakni mencopot direktur RS Madani yang kini dijabat oleh dr. Isharwaty karena dinilai tidak menerapkan standar pelayanan operasional di rumah sakit milik pemerintah itu sehingga menyebabkan kematian seseorang.

“Kami datang kesini bukan untuk mengatakan siapa yang salah dan siapa yang benar, kami hanya ingin menyatakan agar jangan sampai ada lagi Saddam Fadly – Saddam Fadly lain yang bernasib sama di Rumah Sakit itu, karena itu kami meminta agar direktur Rumah Sakit Madani dicopot dari jabatannya,” sebutnya.

Sebelumnya, aksi mahasiswa yang mengusung foto almarhum Saddam Fadly itu sempat diwarnai dengan insiden dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga. Pasalnya, mobil sound system yang digunakan mahasiswa ngotot untuk diparkir di depan pintu masuk kantor Gubernur, namun dilarang oleh petugas. Mahasiswa juga ngotot karena menurutnya sound yang digunakan relatif tidak bersuara keras.

Seorang mahasiswa terlibat adu jotos dengan aparat yang kemudian diikuti dengan aksi saling dorong dengan aparat. Situasi kembali tenang setelah kedua pihak sepakat untuk mendinginkan suasana.

Seorang pejabat kantor Gubernur keluar menemui mahasiswa, namun mahasiswa tidak ingin Gubernur Longki Djanggola diwakili oleh siapapun. Mahasiswa pun menolak dan merapatkan barisan kembali meninggalkan kantor Gubernur menuju kantor Polda Sulteng yang terletak tepat di depan kantor gubernur tersebut.

Mahasiswa menyatakan, telah membentuk tim investigasi yang akan melakukan penelitian dan penelusuran sehingga ketuanya tewas tidak wajar di RS tersebut. (af)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button