MANFAAT EKSTRAK IKAN GABUS DAN VITAMIN C BAGI ODHA

PENDERITA yang terinfeksi HIV sering mengalami gangguan asupan zat gizi yang menyebabkan menurunnya fungsi biologis tubuh. Bahkan pada penderita HIV terjadi perubahan kondisi klinis yang bukan hanya akibat dari masalah asupan zat gizi saja, tetapi juga akibat dari proses penyakitnya. Hal ini ditandai dengan terjadinya penurunan status gizi dan imunodeficiency pada penderita HIV/AIDS yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan imunitas sehingga munculnya berbagai infeksi primer, antara lain seperti; nyeri otot/ sendi, mukokutan (ruam kulit, ulkus di mulut), limfadenopati maupun tumbuhnya jamur di mulut (kandida, K.neoformans, H.kapsulatum, pneumpocystis).Akibat lain dari penurunan status gizi dan imunodeficiency pada penderita HIV tersebut berisiko pula terhadap perkembangan penyakit HIV dan terjadinya kematian.
Penatalaksanaan yang selama ini dilakukan dalam mengelola penderita HIV dan AIDS adalah melalui upaya pencegahan transmisi, upaya pengobatan umum dan khusus melalui highly active antiretroviral therapies (HAART) yang ternyata tidak sepenuhnya mampu membendung peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat HIV dan AIDS. Hal tersebut disebabkan antiretroviral hanya mampu mengurangi kepadatan virus dalam tubuh penderita tetapi tidak mampu menanggulangi pengaruh Reactive Oxygen Species(ROS).
Peningkatan produksi ROS pada tubuh penderita HIV dan AIDS, dikarenakan oleh adanya deplesi antioksidan yang terjadi pada tubuh penderita HIV dan AIDS. Jika hal ini terus dibiarkan berlarut-larut maka akan terjadi gangguan terhadap fungsi dan kematian sel secara progresif hingga berpotensial jatuh ke derajat penyakit yang lebih berat.Infeksi HIV dapat lebih meningkat dengan adanya peningkatan ROS, karena adanya stress oksidatif yang terjadi, yang berperan penting dalam replikasi virus, respon inflamasi, proliferasi sel kekebalan tubuh, hilangnya fungsi kekebalan tubuh dan meningkatnya kepekaan terhadap toksisitas obat.
Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) memerlukan asupan zat gizi yang mengandungmacronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan micronutrien (vitamin dan mineral) dalam jumlah yang cukup. Kurangnya asupan zat gizi ini dapat memberikan efek langsung pada penderita HIV. Akibat dari asupan zat gizi yang kurang dan adanya proses katabolik yang terjadi, penderita HIV yang terinfeksi secara positif akan mengalami pemecahan protein yang lebih cepat di dalam tubuhnya sehingga mengakibatkan konsentrasi albumin menjadi rendah. Protein merupakan bagian dari zat kekebalan tubuh (anti bodi) yang sangat penting dalam mempertahankan tubuh terhadap terjadinya infeksi.
Ikan Gabus merupakan alternatif lain sebagai sumber protein albumin dan merupakan sumber antioksidan hewani yang berfungsi sebagai pengikat radikal dan berperan dalam proses pembersihan serta penangkapan ROS. Selain itu, albumin yang terkandung dalam ikan gabus diketahui mengandung senyawa-senyawa penting bagi tubuh manusia diantaranya protein yang cukup tinggi, lemak, air dan mineral, terutama mineral Zn, yang berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel, mempercepat proses penyembuhan luka, mengatur ekspresi dalam limfosit dan protein, memperbaiki nafsu makan dan stabilisasi berat badan.Studi yang dilakukan Nicholas  et al., (2003) melaporkan bahwa dengan pemberian albumin yang kaya akan antioksidan dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stress dari infeksi HIV melalui hambatannya dalam pembentukan ROS serta pengaruhnya pada kadar Nitric Oxide (NO) yang dihasilkan.
Asupan Micronutrien juga sangat penting bagi penderita HIV/ AIDS, karena dapat berperan dalam fungsi kekebalan tubuh dan infeksi penyakit menular. Vitamin C merupakan salah satu micronutrien antioksidan yang dapat membantu pemulihan infeksi.Hal ini dikarenakan vitamin C mampu berperan dalam melindungi sel-sel dan jaringan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh oksigen reaktif dan nitrogen speciesyang meningkat selama menderita penyakit menular, utamanya ketika sistem kekebalan tubuh diaktifkan untuk menghilangkan adanya organisme patogen.Asupan vitamin C untuk orang yang terserang infeksi HIV dianjurkan lebih dari cukup agar dapat digunakan untuk menangani adanya peningkatan stres oksidatif yang dapat merusak sel dan jaringan dari sistem kekebalan tubuh dan juga dapat menyebabkan peningkatan keparahan penyakit tersebut.
Dalam sebuah studiobservasional pada pria Amerika Serikat diperoleh bahwa asupan tinggi vitamin C berkaitan dengan rendahnya risiko perkembangan AIDS.Uji coba juga dilakukan di Afrika dengan hasil terjadi risiko kematian yang rendah akibat infeksi HIV pada perempuan Tanzania dan terjadi sedikit peningkatan jumlah limfosit T CD4+.Selain itu, asupan vitamin C juga dapat menghambat laju penurunan jumlah limfosit dan dapat menurunkan viral load. Sementara dukungan vitamin C dengan daily value (DV) 60-1.000 mg bermanfaat untuk mencegah laju progresivitas infeksi HIV, dengan upper tolerable limit (UTL) 2000 mg. Dalam hal ini, peran vitamin C dalam kekebalan tubuh kemungkinan utama terletak dalam fungsinya pada sel  fagosit yang juga dapat memberikan efek reduksi terhadap produksi sitokin inflamasi dan bahkan replikasi retrovirus HIV.
Saat ini terapi yang diberikan pada penderita HIV/AIDS adalah dengan pemberianantiretroviral (ARV) tanpa adanya tambahan pemberian suplemen. Karena hanya ARV saja yang menjadi tanggungan program pemerintah daerah dalam membantu pengobatan penderita HIV/ AIDS tersebut. Sementara terapi ARV harus diimbangi dengan asupan zat gizi yang adekuat. Untuk itulah sehingga saat ini penulis sedang melakukan penelitian dalam penyelesaian tesis pada program pendidikan Magister Ilmu Gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, dengan judul Efek Suplementasi Ekstrak Ikan Gabus dan Vitamin C Terhadap Kadar Hb, Lekosit, Limfosit dan Albumin Pada Penderita HIV/ AIDS.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada masyarakat dalam peningkatan  kesehatan, khususnya mengenai asupan zat gizi penderita HIV/ AIDS dalam upaya mengatasi perkembangan penyakit infeksi lebih lanjut sehingga dapat mengembalikan kualitas hidupnya serta dapat memberikan informasi kepada praktisi kesehatan tentang efek pemberian suplemen ekstrak ikan gabus dan vitamin C terhadap peningkatan status imunitas dan gizi penderita HIV/ AIDS, sehingga dapat dijadikan acuan atau bahan dalam merumuskan perencanaan asuhan gizi yang dapat lebih berkontribusi positif dalam upaya meningkatkan kekebalan tubuh.
*) Penulis adalah Ahli Gizi RSUD Undata Palu

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button