Mantan Kepala BNN Donggala Dituntut 2 Tahun Penjara

PALU – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala, Burhan Maidi dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi di institusi tersebut.

JPU yang menanganikasus tersebut, Inti Astutik SH dan Faradiba Mumu SH mengatakan, tuntutan kepada Burhan Maidi berbeda dengan empat terdakwa lainnya yakni Kepala Seksi Pemberdayan Masyarakat Mohammad Yaser, Kepala Seksi Pencegahan Radika Kardinata, Bendahara Umum BNN Sudirman, serta Kepala Tata Usaha I Ketut Rumadi, hanya dituntut 1 tahun dan 3 bulan penjara.

Selain pidana penjara, kelima terdakwa yang diperiksa dengan masing-masing berkas terpisah ini, juga dituntut pidana denda dan uang pengganti. Kepala BNN Donggala Burhan Maidi, dipidana denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, dan uang pengganti sebesar Rp289.073.800 subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Radika Kardinata di pidana denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan dan uang pengganti Rp5 juta subsider 2 bulan kurungan. Kemudian terdakwa Muhammad Yaser juga di denda Rp50 juta, subsider 2 bulan kurungan dan uang pengganti Rp7 juta subsider 2 bulan. Sudirman, terdakwa ini di denda Rp50 juta 2 bulan kurungan, dan uang pengganti sebesar Rp5 juta subsider 2 bulan kurungan. Begitu juga dengan terdakwa I Ketut Rumadi didenda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan, dan tuntutan uang pengganti sebesar Rp5 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kelima terdakwa tersebut menurut JPU tidak terbukti melanggar ketentuan dalam dakwaan primer. Tetapi terbukti melanggar ketentuan dalam dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor : 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor : 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, Jo pasal 64 KUHP.

Para terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Para terdakwa dengan masing- masing jabatan, pada pelaksanaan penyuluhan atau sosialisasi P4GN, Pengkaderan atau pembentukan kader penyuluh arti narkoba dan beberapa kegiatan lagi yang dilaksanakan BNN Donggala, bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan dana untuk kegiatan tersebut. Dipastikan atas perbuatan tersebut, para terdakwa telah merugikan keuangan negara.

Sementara yang meringankan terdakwa berterus terang dan mengakui perbuatannya dan para terdakwa mempunyai itikad baik untuk membayar dan mengembalikan uang yang telah digunakannya untuk kepentingan pribadinya.

Terdakwa Burhan Maidi akan mengajukan pledoi pada sidang yang dijadwalkan pada Selasa (7/10/2014) mendatang. Sidang tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Romel F Tampubolon SH MH. (af/*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button