Mantan Ketua DPC Demokrat Palu Ditahan

PALU – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Palu, Yos Sudarso Mardjuni ditahan oleh Kejari Palu. Penahanan tersangka Yos Sudarso terkait perkara dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan partai tersebut, dianggap perlu oleh penyidik untuk kelancaran pemeriksaan perkara.

Penahanan Yos Sudarso berdasarkan surat perintah penahanan. Nomor Print:   14 /R.2.10/Fd.1/01/2014, tanggal 6 Desember ditanda tangani Kajari Palu, R Syamsul Arifin SH MH. Yos Sudarso digiring penyidik menjalani penahanan di Rutan Palu.

Kepala Kejaksaan Negeri Palu, melalui Kasi Intel Kejari Palu, Fahri Firdaus SH, seperti dirirlis di Radar Sulteng, Rabu (7/1/2014) menyebutkan, dalam dugaan tersebut tersangka diduga telah menyalahgunakan dana bantuan partai politik kepada partai Demokrat Kota Palu. ‘’Pertanggungjawaban yang dilakukan tersangka diduga tidak sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diatur dalam ketentuan dan perundang-undangan berlaku,’’ kata Fahri, ditemui usai menyerahkan tersangka ke Rutan Palu, Selasa (6/1).

Ditanya dugaan kerugian Negara dalam kasus ini, Kasi Intel belum bisa memberikan jumlah rilnya karena masih menunggu hasil perhitungan tim audit BPKP. Namun dipastikan, selain pertanggungjawaban yang tidak sesuai, dalam pengelolaan bantuan dana parpol sebesar Rp400 juta lebih pada tahun 2005-2014, telah ditemukan adanya kerugian Negara. Ia berharap dalam waktu dekat, hasil perhitungan BPKP atas dugaan tersebut bisa diserahkan ke penyidik.

Dalam proses penahanan kemarin kata Fahri, tersangka Yos Sudarso belum dilakukan pemeriksaan. Panggilan tersangka guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka belum dilakukan karena tersangka belum didampingi Penasehat Hukum (PH). Penasehat hukum tersangka yang dipercayakan kepada Hartawan Supu SH, datang ke kejaksaan saat proses penahanan tersangka dilaksanakan tepat pukul 16.00. Yos Sudarso dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka, mendatangi kantor Kejari Palu pukul 10.00, namun tidak didampingi PH. Setelah pulang istrahat siang, Yos Sudarso kembali datang ke Kejari pukul 14.00 juga tanpa didampingi PH. Setelah pukul 16.00 diputuskan untuk dilakukan penahanan, barulah PH datang. ‘’Dalam waktu dekat yang bersangkutan akan kita periksa sebagai tersangka,’’kata Fahri.

Menurut Kasi Intel hingga dilakukan penahanan, PH Yos Sudarso belum mengajukan permohonan penangguhan penahanan. ‘’Menurut PH akan diajukan secepatnya,’’ujar Fahri.

Ditanya seputar tersangka lain, Fahri mengaku hingga saat ini dalam proses penyidikan belum ditemukan adanya tersangka lain dalam kasus ini. Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 64 KUHP. Subsider pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan undanug-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 64 KUHP.(ma/*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button