Menyikapi SMS Gelap yang Goyang Kapolres Morowali

KAPOLRES Morowali, AKBP Rudy Mulyanto kini sedang diterpa isu tak sedap. Dugaaan menerima suap dari perusahaan tambang dan bermain dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjadi isu panas yang sedang menggoyang posisinya. Tambang dan BBM memang merupakan isu sensitif bagi aparat penegak hukum yang bertugas di wilayah hukum Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara. Kini, beredar luas informasi di jajaran petinggi Polda Sulteng melalui short message service (SMS) tentang sepak terjang AKBP Rudy Mulyanto selaku orang nomor satu di Polres Morowali yang kini membawahi dua kabupaten. Selain beredar luas, informasi tersebut juga berkembang liar karena turut menyeret dan mengaitkan sejumlah nama.
Bagaimana menyikapi isu ini? Kasubbid Penmas Polda Sulteng, Kompol Rostin Tumulato, meminta pihak-pihak yang memiliki data dan bukti yang kuat untuk mengadukannya ke Propam Polda Sulteng. Meski terkesan sangat normatif tapi tawaran Rostin Tumulato memang cukup realistis. Sebab suap-menyuap ataupun peras-memeras memang perlu pembuktian secara hukum. Tidak cukup hanya dengan katanya melalui SMS gelap tanpa identitas pengirimnya. SMS gelap yang diedarkan secara massif bisa bertendensi positif dan negatif. Positif jika informasi yang disampaikan memang sebuah fakta. Pemilik informasi memilih untuk tidak menyebut identitas karena risiko yang memang sangat riskan. Tapi dengan menyebarkan SMS yang mendapat respons publik, media, dan jajaran Polda, targetnya sebenarnya sudah tercapai. Tinggal atasan dan pihak berkompeten di Polda Sulteng yang bertugas untuk menyelidiki dan memverifikasi informasi yang diberikan.
Pada sisi lain, SMS gelap yang kini beredar bisa pula bertendesi negatif. Penyebar informasi sengaja menyembunyikan identitas karena memang informasi yang disampaikan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bisa saja karena persaingan antarpengusaha. Bisa pula karena kompetisi sejumlah pihak yang menginginkan posisi Kapolres Morowali yang memang dikenal sebagai salah satu jabatan yang basah dan strategis. Basah karena wilayah Morowali identik dengan tambang, kelapa sawit, dan potensi-potensi lainnya. Strategis karena Polres Morowali kini membawahi dua wilayah kabupaten. Posisi ini menjanjikan kemitraan dengan pemerintah daerah yang makin berprospek. Karena itu, jabatan Kapolres Morowali akan selalu menjadi incaran banyak pihak. Segala cara bisa saja dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Termasuk dengan mencari-cari kesalahan Kapolres yang kini sedang menjabat.
Dalam menyikapi hal ini, Kapolda Sulteng mesti lebih arif dan hati-hati. Mempertimbangkan semua kemungkinan atau motivasi di balik beredarnya SMS yang menyudutkan posisi AKBP Rudy Mulyanto. Dokumen prestasi dan rekam jejaknya selama bertugas di jajaran Mapolda Sulteng, perlu dibuka-buka lagi. Hal ini perlu dilakukan agar diperoleh gambaran utuh tentang sosok seorang Rudy Mulyanto. SMS gelap tidak boleh menjadi dasar pertimbangan dalam memberikan teguran, tindakan, apalagi sanksi. Sebaliknya informasi yang bersumber darimana saja, termasuk SMS gelap, tidak boleh dianggap sampah begitu saja. Polda Sulteng harusnya secara proaktif melakukan dua hal secara simultan. Memverifikasi kebenaran informasi yang disampaikan dalam SMS gelap sekaligus melacak dengan sungguh-sungguh pelaku dan motivasinya. Pelakunya penting ditemukan karena fitnah dan pencemaran nama baik tidak boleh dibiarkan terhadap siapa pun. Apalagi SMS gelap ini telah menyeret pihak-pihak lain. Pelakunya  juga penting diketahui karena diperlukan perlindungan jika informasi yang disampaikan mengandung fakta dan kebenaran.
Bagi AKBP Rudy Mulyanto sendiri, sebaiknya tetap fokus dalam bekerja dan menjalankan tugas. Bantahan mungkin sesekali diperlukan tapi menjalankan tugas secara profesional dan melayani masyarakat dengan baik akan jauh lebih bermakna. Tunjukkan bahwa seluruh informasi yang disampaikan dalam SMS yang telanjur beredar itu tidak benar adanya. Tangani kasus-kasus pertambangan yang ada dengan pendekatan murni hukum, terukur, dan objektif. Hanya dengan cara ini, kecurigaan turut bermain dan menjadi bagian dari salah satu pihak yang bersengketa, dapat dijawab. Pun halnya dalam mengawal distribusi BBM di wilayah Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara, seharusnya mengedepankan aturan yang berlaku. Bukan dengan cara-cara mempersulit pengusaha sebagai salam perkenalan dan alat bargaining. Termasuk yang paling mendesak sebetulnya adalah menertibkan pembelian BBM dengan jerigen yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU yang ada di Bungku dan tempat lainnya. Pendeknya, AKBP Rudy Mulyanto hadir di Morowali sebagai penegak hukum dan pelayan masyarakat.  (**)

sumber:http://www.radarsulteng.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/43/13174

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button