MR-PTNI Telah Meluncurkan SNMPTN-SBMPTN 2015 di Lombok

Tahun ajaran 2015/2016 memang belum tiba. Namun persiapan pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se Indonesua (MRPTNI) telah meluncurkannya di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat, minggu kedua Desember 2014. Di samping SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) juga telah di-launching setelah seluruh Rektor PTN dalam MRPTNI bersepakat.

Penjelasan ini disampaikan Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS, yang di temui di ruang kerjanya belum lama ini. Basir mengatakan, untuk seleksi jalur SNMPTN seluruh biaya pendaftarannya akan ditanggung oleh Negara sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, sementara untuk jalur SBMPTN tetap akan dibebankan kepada calon peserta seleksi yang kemungkinan besar akan jatuh pada angka Rp100 ribu, tandasnya. Bagi calon peserta SNMPTN, lanjut Rektor, adalah mereka yang saat ini duduk di bangku kelas terakhir pada jenjang pendidikan menengah, baik SMA, MA, SMK, maupun MAK, yang persyaratan kelulusannya dalam seleksi sangat bergantung pada prestasi akademik dan memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan pada masing-masing perguruan tinggi negeri, katanya.

Menyinggung jumlah kuota yang akan diisi dari peserta jalur SNMPTN, Basir menegaskan, disiapkan 50 persen dari total kuota yang akan diterima pada masing-masing program studi. Kuota 50 persen dimaksud tentu saja tidak otomatis harus dipenuhi bila dari sisi prestasi dan persyaratan yang ditentukan tidak mampu dipenuhi oleh calon mahasiswa yang mengikuti jalur SNMPTN, terutama pada prodi tertentu, kata Basir. Dia mencontohkan, untuk prodi seni, calon yang bersaing di jalur SNMPTN tidak otomatis bisa dipenuhi bila bakat calonnya tidak mumpuni. Demikian pula yang memilih Prodi Pendidikan Dokter. Sekalipun pesertanya membludak  dengan kuota 50 persen dari total yang akan diterima, bisa saja tidak terpenuhi yang 50 persen tersebut, urainya.

Ketika ditanya jumlah mahasiswa baru yang akan diterima di Universitas Tadulako Tahun Ajaran 2015/2016, Rektor Prof Basir mengatakan, kemungkinan akan naik 10 persen dari kuota Tahun Ajaran 2014/2015. Namun, Basir buru-buru menambahkan, khusus untuk Prodi Pendidikan Dokter, kemungkinan besar kami hanya akan menerima antara 25-35 orang untuk calon mahasiswa TA 2015/2016 secara total. Dan, lanjut Basir, bukan tidak mungkin, kami tidak akan membuka Seleksi Mandiri (Ujian Lokal), termasuk kemungkinan tidak akan menerima jalur-jalur kerjasama lainnya, tandas Rektor.

“Kami masih akan melakukan evaluasi-evaluasi menyeluruh terhadap Prodi Pendidikan Dokter FKIK beberapa semester ke depan terkait dengan beban dan performanya”, tegas Basir. Selain itu, dosen-dosen baru yang akan diterima sebagai CPNS akan diminta menandatangani surat pernyataan saat melanjutkan pendidikan S2 atau Spesialis, harus yang bertalian dengan akademik, bukan spesialis klinis. Artinya, tegas Rektor, bila dosen itu memang sungguh-sungguh mau jadi “guru” di perguruan tinggi, jadilah guru yang sungguh-sungguh guru. Tapi bila mau jadi dokter yang memberi layanan full pada klinik, diharapkan tidak menjadikan profesi dosen hanya batu sandaran status PNS, kata Basir.(ss)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button