Murad: Muhidin dan Aminuddin yang Berkepentingan

PALU – Episode “Kolam Renang Gate” semakin memanas, dua tokoh kunci dalam kasus itu, kini saling melempar tuduhan. Bila kemarin Muhidin Said selaku kontraktor yang juga ikut menandantangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan kolam renang yang berada di Bukit Jabal Nur Palu, eks lokasi STQ, menuduh DR Murad U Nasir (Ketua DPRD Sulteng saat itu) sebagai penipu karena terjebak dengan MoU. Kini Murad melakukan tuduhan balik, bahwa yang menipu justru kontraktornya, dalam hal ini Muhidin Said yang menggunakan perusahaannya PT Bhakti Baru Rediapratama (PT BBR), dianggap lalai dalam mengerjakan proyek senilai Rp 16, 5 miliar.

“ Saya bukan penipu. Justru saya yang ditipu, karena yang buat MoU itu bukan saya, “ tangkis Murad Nasir, kepada Radar Sulteng via telepon seluler, Jumat sore kemarin (20/2).

Menurut Murad, yang membuat MoU itu adalah Muhidin Said, yang bekerjasama dengan Gubernur Sulteng saat itu Prof (Em) Aminuddin Ponulele MS, agar perusahaannyalah yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek itu. “ Saya tidak punya kepentingan apa-apa dengan proyek itu. Yang punya kepentingan adalah Muhidin bersama Aminuddin Ponulele, “ ungkapnya.

“Sekali lagi, tulis besar-besar yah, yang punya kepentingan dengan proyek kolam renang itu Muhidin Said sama Aminuddin Ponulele, “ tegas mantan anggota DPR-RI (bukan DPD RI dalam berita sebelumnya, red) dan mantan Ketua DPRD Sulteng dua periode (1999-2004 dan 2004-2009) itu.

Kata dia, penipuan itu dilakukan Muhidin, karena perusahaannya yang lalai mengerjakan proyek itu, meskipun secara kenyataan di lapangan anaknya sendiri yang mengerjakan proyek tersebut. “ Penipuan itu terjadi karena kontraktor lalai menyelesaikan pekerjaannya. Kalau tidak salah anaknya itu bernama Eki Muhidin Said, “ beber Murad, yang juga menyebut nama anak Muhidin.

Pada kesempatan itu, Murad juga mengimbau agar Kajati Sulteng, Johanis Tanak SH MH dapat mewujudkan bukti alias kata-katanya, untuk menyikat habis para terduga koruptor di Sulteng. “ Yah soal progress pengungkapan perkara, kami minta Kajati seharusnya memulai penyelidikannya sesegera mungkin, dan harus ada yang terlihat. Pelan-pelan sajalah dalam menyelidiki. Tetapi harus ada kepastian, dan bisa merealisasikannya, “ tandas Murad.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Aminuddin Ponulele yang saat ini menjadi Ketua DPRD Sulteng, mengatakan, kasus itu tak ada gunanya lagi dibahas. Semua Pers telah menulisnya, semua masyarakat sudah tahu bagaimana duduk persoalan itu. Secara diam-diam, pihaknya juga sudah berupaya untuk menyelesaikan kasus itu, dan berharap kasus kolam renang dan gedung DPRD bisa dituntaskan (secara hukum). Demikian juga, sambil jalan, proyek itu (kolam renang) kembali dilanjutkan. Gedung DPRD baru diperbaiki, sesuai rekomendasi tim teknis, agar secepatnya masalah gedung itu diselesaikan.

Kepada koran ini, beberapa waktu yang lalu, Aminuddin mengatakan, untuk menjawab semua tuduhan itu, ia telah menyerahkan kepada orang kepercayaannya, yakni Zainal Abidin Ishak, yang merupakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulteng, untuk menjelaskan soal kasus itu kepada wartawan.

“ Yah bapak (Aminuddin Ponulele) sudah pernah membahas semua kasus itu di kantor ini (gedung DPRD Sulteng), semua tuduhan itu secara baik-baik. Malah seperti gedung DPRD yang baru itu, beliau berkeinginan untuk segera ditempati, dan bila ada masalah hukum juga diselesaiakan secara tuntas. Sudah siap dihadapi, “ terang Zainal Abidin, saat dikonfirmasi.(mch)

Sumber: radarsulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button