Nelayan Donggala Kesulitan Solar

DONGGALA – Sejumlah nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar solar untuk melaut. Pasalnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) yang ada di kawasan pelabuhan itu kadang kehabisan stok.

Salah seorang nelayan menyebutkan, kalau SPBN itu kosong, dirinya terpaksa mencari solar ke SPBU tersedekat. Itu pun katanya harus membawa surat pengantar agar diberikan solar yang bersubsidi. Tanpa surat pengantar itu, tidak akan mungkin diberikan solar. “Mengurus surat pengantarnya itu lagi yang lama, padahal kita sudah ingin melaut,” sebutnya, Senin (16/2).

Nelayan lainyya menyebutkan, tidak jarang aktivitas melaut terpaksa ditunda karena ketiadaan solar itu. “Padahal saat ini sudah mulai musim ikan,” imbuhnya.

Salah seorang petugas di pelabuhan tersebut mengatakan, SPBN yang dikelola oleh koperasi di pelabuhan itu tidak bisa berbuat banyak dengan pembatasan jatah dari Pertamina. Menurutnya, jatah itu sudah dipatok dan sudah beberapa kali disulukna ditambah pasokannya namun tidak diindahkan.

Diungkapkan, pasokan solar selama in rat-rata 8 ton per minggu. Sementara jumlah kapal nelayan yang membutuhkan solar terbilang cukup banyak. “Kalau rata-rata setiap kapal membutuhkan 200 sampai 300 liter per sekali melaut di kali dengan jumlah kapal yang ada di sini, tentu kuota itu sangat tidak cukup,” urainya.

Apa boleh buat katanya, pihaknya sudah berusaha Mencoba menambah kuota tersebut namun hingga sekarang tidak terpenuhi juga. Akibatnya, nelayan terpaksa harus mencari solar di tempat lainnya. (af/*)

Sumber: RadarSulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button