Nenek Terdakwa Pencuri Kayu Minta Ampun ke Menteri KLH

SITUBONDO – Kasus dugaan ilegal logging yang dihadapi nenek Asyani alias Bu Muaris, 63, mendapat perhatian khusus Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, Siti Nurbaya. Di hadapan Menteri Siti, Asiyani meminta ampun dengan isak tangis yang tak dapat dibendung.

Datangnya rombongan Siti Nurbaya di rumah Asiyani, perumahan banjir, Dusun Krital, Desa/Kecamatan Jatibanteng, lebih cepat dari jadwal yang beredar. Menteri KLH datang di rumah Asiyani pukul 07.55 pagi, dengan didampingi sejumlah pejabat. Diantaranya, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Wakapolres Situbondo, Kompol Muhammad Fadil, serta beberapa pihak termasuk dari Perhutani.

Siti yang mengenakan baju putih, langsung masuk menemui nenek Asyani yang sedang berbaring sakit di kamarnya rumahnya. Ketika politisi Partai Nasdem tersebut duduk di sebelah Asyani, dirinya langsung disambut isak tangis sang nenek. Nenek meminta ampun agar dirinya dibebaskan dengan alasan tidak pernah mencuri kayu jati. “Saya mohon ampun Bu Menteri, saya ingin bebas,” tuturnya sambil menangis.

Permintaan ampun yang disampaikan Asyani dilakukan beberapa kali di hadapan Menteri Siti serta puluhan rombongannya. Mendengar permohonan tersebut, secara spontan tisu yang dipegang menteri menempel di pipi Asyani. Sambil mengusap air matanya, Siti meminta agar Asyani bersabar. “Jangan menangis terus, nanti masalahnya”tidak cepat selesai. Di sini saya bersama Pak Bupati dan Perhutani akan membantu. Jadi harus kuat menghadapi masalah ini,” kata Siti sambil membujuk nenek agar tidak terus-terusan menangis dan agar kondisi nenek kembali sehat.

Di dalam rumah nenek, Menteri Siti hanya berbincang dengan Asyani. Sesekali, Anaknya menjawab pertanyaan menteri karena kondisi Asyani masih lemah. Tidak lebih dari 10 menit, Menteri Siti kemudian pamit dan keluar dari rumah Asiyani yang berstatus hak pakai, dengan ukuran 4×6 meter.

Bersama rombongannya, Menteri Siti langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi pengolahan kayu, tempat disitanya barang bukti kayu jati yang di duga ilegal. Sebelum sampai di tempat circle (penggergajian) kayu, Siti mengaku kedatangannya langsung diutus oleh Presiden Joko Widodo. “Kita lihat kondisi sekarang ini, memang sengaja datang untuk cek (lokasi disitanya kayu). Di samping perintah presiden untuk melihat kesederhanaan (Asiyani), tapi saya ingin kaitkan dengan kasus hukum,” terang Siti.

Disinggung apakah nantinya ada jaminan”kasus”nenek Asyani ini”bisa bebas, Siti Nurbaya menegaskan harus ada keselarasan antara hukum dan keadilan. “Karena itu sudah berada di ranah hukum, pasti nanti argumentasi dan cara-cara hukum yang kita pakai. Tapi spirit keadilannya harus ada di sana, itu yang paling penting,” pungkas Siti.

Sementara itu, usai dijenguk oleh Menteri Siti pihak keluarga mengaku sangat berterima kasih karena telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Sejumlah keluarga termasuk Asyani juga mengaku terharu karena ada pejabat tinggi yang mau datang menjenguk tukang pijat. “Kami sangat senang dan kami berterima kasih telah diperhatikan. Kami benar-benar minta tolong,” kata Asiani. (jpnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button