Oknum UPT TIK Diduga Sengaja Jatuhkan Grade Untad?

Dosen Program Doktor Diketik Berpendidikan S2

Banyak kalangan luar kampus mempertanyakan isi Website Universitas Tadulako, terutama di era digital untuk mengetahui perkembangan suatu institusi. Website adalah pintu gerbang layanan online untuk sejumlah informasi penting. Sehingga, baik buruknya di mata masyarakat suatu institusi Pendidikan tinggi, bergantung isi website yang dimiliki.

Tangkapan layar informasi Dosen yang mengajar di prodi S3 Ilmu Ekonomi. Banyak yang belum dicantumkan gelar S3. (ist)
Tangkapan layar informasi Dosen yang mengajar di prodi S3 Ilmu-Ilmu Pertanian. Banyak yang belum dicantumkan gelar S3. (ist)

Syafrudin, salah seorang lulusan S1 Universitas Tadulako tahun 2001 menyatakan, tidak pernah membayangkan, almamaternya yang begitu besar dan berkembang pesat, namun SDM dosen-dosen yang mengajar di jenjang Doktoral tidak satupun yang professor. Bahkan menjadi lucu katanya, sebab jenjang S3 tetapi nama dosen yang mengajar hanya bergelar S2 (sambil mengirimkan tangkapan layar—capture ke redaksi). Hal itu, ungkapnya, bisa dicek di website untad.ac.id/program-doktor/

Tangkapan layar informasi Dosen yang mengajar di prodi S3 Ilmu-Ilmu Pertanian. Banyak yang belum dicantumkan gelar S3. (ist)

Kondisi ini sangat memalukan, bukan karena pengelola webnya yang tidak peduli dan tentu jajaran pimpinan, namun yang mengisi web itu benar-benar oknum staf yang tidak menggunakan otak kirinya. “Saya melihat, kejadian ini sangat aneh dan luar biasa, sebab saat diisi katakanlah tahun 2015, kala itu sudah banyak yang professor, namun ada apa sebenarnya yang mengetik itu masih mampu melakukan,” tegas Syafrudin yang rencana tahun depan ingin melanjutkan ke jenjang S3.

Salah seorang dosen yang meminta tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, ada kemungkinan ini disengaja. Tujuannya, kata dia, untuk menurunkan grade Universitas Tadulako di mata masyarakat. Oknum itu sebenarnya paham namun entah apa niatnya sampai-sampai mereka buat seperti itu. Lanjutnya sekalipun yang mengetik ini adalah lulusan SMA, namun paham tidak mungkin dosen di jenjang S3 tapi yang mengajar adalah S2, bahkan tidak ada satupun yang guru besar. “Bahkan, ini bisa saja ada kesengajaan untuk mempermalukan Pak Rektor Untad. Karena pasti banyak yang baca ini. Sebaiknya pengelola atau adminnya diganti saja dan diperbaiki isi di dalamnya,” kata dosen itu saat ditemui di salah satu warkop pada Selasa (28/9) pagi. (ss04)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button