Panglima TNI Perintahkan Tembak Mati

PALU – Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menegaskan pasukannya diperintahkan untuk menembak mati anggota kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Poso. Perintah tembak di tempat itu berlaku, jika para pelaku tidak mau menyerah dan melakukan perlawanan ketika bertemu pasukan TNI.

Hal itu disampaikan Moeldoko di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, ketika transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Poso, Senin (30/3) kemarin. Moeldoko mengatakan, TNI tidak akan tinggal diam, jika bertemu kelompok teroris, dalam pelaksanaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang dipusatkan di wilayah Poso.

“Kalau ketemu tidak mau menyerah, dia (kelompok teroris) bersenjata, saya tembak, selesai,” kata Panglima TNI.

Latihan PPRC sendiri, yang melibatkan pasukan Divisi II Kostrad dibantu unsur kekuatan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara ini, memang sengaja memilih wilayah Poso sebagai tempat latihan, dengan pertimbangan kondisi Poso yang masih terdapat pelaku-pelaku sipil bersenjata. Latihan yang sifatnya tahunan ini, kata Moeldoko, secara tradisi digelar bertujuan untuk kegunaan, bukan pembinaan pasukan.

“Sehingga latihan ini memang sengaja diproyeksikan di tempat yang mempunyai ancaman kedepan, dan seperti apa ancamannya mereka (pasukan TNI) harus mengenali dulu lingkunganya. Sehingga suatu saat jika dilakukan operasi sudah mengenali medan,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan Moeldoko, kelompok sipil bersenjata yang ada di Kabupaten Poso tidak bisa dibiarkan, karena lama-kelamaan akan besar. Tidak menutup kemungkinan, kelompok radikal dari luar Indonesia seperti ISIS bisa bergabung dengan kelompok sipil bersenjata yang ada di Poso. “Kita selalu tegaskan tidak ada tempat berkembangnya ISIS apalagi di Poso,” ungkap Moeldoko.

Disinggung adanya perintah khusus dari Presiden, Panglima mengaku, dirinya sudah bisa menjabarkan apa yang menjadi keinginan Presiden, dalam hal ini ikut membantu kepolisian dalam menjaga keamanan. Moeldoko juga mengimbau kepada para pelaku sipil bersenjata di Poso untuk menyerahkan diri dengan baik-baik. “Hanya ada dua resiko, kalau menyerah kita amankan baik-baik, tapi kalau tidak resikonya mati,” tegasnya.

Adapun personel TNI, yang diturunkan dalam latihan tahunan ini berjumlah sekitar 3.000 personel. Saat ini sebagian besar pasukan sudah bergerak di Hutan Pegunungan Biru, Tamanjeka, Poso Pesisir. (agg)

Sumber: radarsulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button