PAS DI KAU Untad Lahirkan 8 Magister

PALU – Program Akselerasi Strata Dua Demi Karena Undang-Undang (PAS DI KAU) yang dijalankan di Universitas Tadulako sejak dua tahun lalu, kini menghasilkan delapan orang magister baru. Kelulusan magister baru tersebut ditandai dengan yudisium yang dilaksanakan di IT Center Untad, Selasa (9/12/2014).

Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS mengungkapkan, 8 magister mengikuti Program “PAS DI KAU” tersebut, merupakan program yang diperuntukkan bagi dosen berpendidikan S1 yang sudah lama mengabdi di Untad. Hal tersebut sesuai degan Undang–Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, d imana disebutkan bahwa terhitung sejak tanggal 1 Januari 2015, tidak ada lagi dosen berpendidikan Strata Satu (S1) yang bisa mengajar di ruang kelas.

“Melihat adanya undang-undang tersebut kami mencoba mengomunikasikan, agar saudara kita yang tidak berkesempatan meninggalkan Kota Palu untuk melanjutkan studi, kita bukakan ruang. Karena adanya undang-undang yang mengatur hal itu, maka kita harus menyesuaikan diri terhadap undang-undang itu,” tegasnya.

Selain itu juga program tersebut dinamakan dengan Program Studi Pembangunan Wilayah Pedesaan Pada Program Pascasarjana Untad. Karena kata Rektor digulirkannya program tersebut guna memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dosen yang sudah mengabdi cukup lama kepada Untad.

“ Karena itu Untad telah memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bakti yang sudah dipersembahkan kepada Untad selama puluhan tahun, sehingga kami mencoba menggulirkan program ini, ” jelasnya .

Dari 8 orang yang dikukuhkan memperoleh gelar magister pada kesempatan tersebut dua diantaranya mendapatkan predikat Cumlaude, yakni Faturrahman Mansur dengan tesis berjudul “Studi Sosial, Ekonomi dan Pemukiman Nelayan di Kelurahan Labuan Bajo Kabupaten Donggala” dan Dastar Sarro dengan tesis berjudul “Studi Komparasi Sistem Panen Power Theresher dan C Harvester Terhadap Pendapatan Petani di Kecamatan Pancarijang Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan”.

Sedangkan keenam orang lainnya mendapatkan predikat sangat memuaskan, yakni Septina F Mangitung, Alri Lande, Fajar Adam, Dahlan Kajia, Sulaiman Haji Ahmad serta Laode Baisu.(af/*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button