Pasar Talise Makin Sepi

PALU-Pasar Tradisional Talise, di Kecamatan Mantikulore, bukannya semakin hari semakin ramai, tapi sebaliknya, pasar itu semakin sepi saja dari pedagang maupun pembeli. Pasar yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar dan berdasarkan keinginan kuat yang ditunjukkan oleh Camat Mantikulore itu, sepertinya dalam perjalanan mengikuti jejak dua pasar tradisiona yakni Pasar Bulili dan Pasar Tavanjuka.

Salah seorang pedagang Pasar Talise mengaku khawatir jikalau Pasar Talise akan bernasib sama dengan Pasar Bulili dan Pasar Tavanjuka. Kekhawatiran itu menurutnya cukup beralasan, karena semenjak pasar itu dibuka, keadaan pembeli maupun pedagang bukannya bertambah tapi justru hanya mengalami penurunan.

”Tidak ramai pembeli di sini, hanya berapa orang saja yang datang berbelanja di sini tiap hari,” ungkap Ria, yang mengaku s sebelumnya pernah berjualan sayuran pinggiran jalan itu.

Kurangnya pedagang berjualan di Pasar Talise, menurut Ria memiliki beberapa alasan. Seperti masalah listrik. Di mana sebelumnya pemerintah menjanjikan gratis aliran listrik selama 3 bulan, namun pada kenyataannya, baru sebulan berjualan, pedagang sudah dianjurkan untuk membayar tagihan listrik. Selain itu, kata Ria, air juga sering tidak mengalir, padahal kebutuhan akan air sangat dibutuhkan.

Bukan itu saja kata Ria, faktor lain membuat Pasar Talise sepi, yakni, adanya para PKL liar di pinggir jalan tidak mau berjualan di dalam pasar. Para PKL itu lebih memilih mencuri kesempatan untuk tetap berjualan dipinggir-pinggir jalan.

Masih adanya PKL yang berjualan di luar area pasar tersebut boleh jadi benar adanya. Pantauan Radar Sulteng, masih ada PKL yang nakal dengan berjualan lokasi di dekat Pekuburan Islam Talise, Jalan Flamboyan, pada sore hari. Ada pula PKL yang berjualan di atas mobil open kap sehingga bisa datang dan pergi sesuka hati. Aktivitas “pasar liar’ tersebut hingga kini boleh jadi belum terendus petugas Satpol PP.

Ika, salah seorang pengunjung Pasar Talise, mengungkapkan,bahwa persoalan jalan menuju ke pasar perlu menjadi perhatian pemerintah. Sebab akses jalan yang rusak bisa saja membuat pengunjung berpikir dua kali untuk datang di Pasar Talise ini.

Ia juga mengaku, lokasi Pasar Talise yang dibangun ditempat yang tidak strategis bisa saja menjadikan pengunjung malas untuk mendatanginya, belum lagi persoalan lain, seperti adanya fasilitas yang belum semua ada di Pasar Talise.

”Belum lengkap apa yang di jual di sini, makanya saya biasa lebih memilih ke Pasar Lasoani atau ke Pasar Masomba. Ya, mungkin pemerintah harus segera memperbaiki akses jalan menuju Pasar Talise, supaya Pasar Talise bisa ramai,” ungkap mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Palu itu.(af/*)

Sumber: Radar Sulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button