Pemkot Imingi Rp5 Juta Agar Setujui Reklamasi

PALU-Rencana pemerintah Kota Palu untuk mereklamasi Pantai Taman Ria seluas 24,5 hektare, ditolak oleh 99 nelayan Kampung Lere. Mereka menolak reklamasi karena dianggap akan menghilangkan mata pencaharian mereka yang telah ditekuni selama berpuluh tahun lamanya.

Seperti yang diungkapkan oleh Basri, salah seorang nelayan di Kampung Lere. Kepada Radar Sulteng, Senin (2/3), Basri mengatakan 99 nelayan tersebut tidak pernah menyetujui reklamasi yang diklaim Pemkot palu memiliki sejumlah izin. Di antaranya izin AMDAL, di mana izin tersebut bisa terbit ketika adanya persetujuan dari masyarakat sekitar yang terkena dampak aktivitas reklamasi.

Olehnya, Basri menilai Pemkota Palu telah membohongi seluruh masyarakat. Sebab menurutnya, masyarakat yang menyatakan setuju saat menghadiri rapat dengan Pemkot Palu belum lama ini, bukanlah nelayan. Sebaliknya, Basri menyatakan masyarakat yang tidak setuju reklamasi adalah warga Kampung Lere yang berprofesi nelayan seperti dirinya.

Basri menambahkan dalam rapat tersebut Pemkot Palu mengiming-imingi masyarakat dengan uang ganti rugi sebesar Rp5 juta per nelayan, dengan maksud agar menyetujui reklamasi Pantai Talise. Namun, Basri menegaskan yang menyetujui ganti rugi tersbeut bukanlah nelayan.

“Yang menyetujui itu bukan kami, tapi warga lain, yang bukan nelayan,”ujar suami Hudaiyah itu.

Dia mengungkapkan akan ada rapat ke dua yang akan digelar oleh Pemkot Palu terkait persoalan itu. Namun Basri mengaku para nelayan di Kampung Lere tidak akan goyah meski pun Pemkot Palu mengupayakan segala cara untuk mendapatkan persetujuan dari para nelayan. Sebab Basri mengatakan dirinya dan nelayan lainnya telah sepakat untuk tetap pada pendirian, dengan menolak adanya reklamasi Pantai Taman Ria.

Basri mengaku penolakan nelayan terhadap rencana reklamasi Pantai Taman Ria beralasan. Sebab selama ini mata pencaharian nelayan sudah menjadi pekerjaan pokok bagi semua nelayan di Kampung Lere. Penjualan hasil ikan dari aktivitas melaut di sekitar Pantai Teluk Palu dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat membiayai sekolah anak-anaknya.

”Kalau kami tidak lagi menjadi nelayan, pekerjaan apa yang bisa pemerintah berikan kepada kami, apa pemerintah mau membiayai hidup kami dan mau menyekolahkan anak-anak kami. Sekali lagi kami menolak penimbunan Pantai Taman Ria ini,”pungkasnya.(cr4)

Sumber: Radar Sulteng

 

 

Nelayanan Mengaku Tetap Pada Pendirian, Tolak Reklamasi Pantai Taman Ria//

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button