Pemprov Kaji Kerja Sama Millennium Bio Energy

PALU- Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi, menerima tim kerja sama Universitas Tadulako dan ITS serta Millennium Bio Energy. Kedatangan mereka menawarkan kerjas ama pengembangan kemaritiman, pegembangan dan pemanfaatan danau, dan diterima Gubernur di ruang kerjanya, Kamis (5/3).

Setelah mendengarkan paparan termasuk paparan dari Mr Hans dari Millennium Bio Energy, Gubernur mengatakan selaku pemerintah daerah pada prinsipnya sangat menndukung dan mau bekerja sama. Namun, sebelum melakukan kerja sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mengkaji terlebih dahulu dari sisi mana pemanfaatan tersebut yang dikerjasamakan. Karena menurut Gubernur, dari beberapa paparan sebelumnya akan dilihat potensi mana yang lebih besar pengembangannya. Meskipun dari potensi yang dipaparkan, seperti kelautan dan danau semuanya dimiliki oleh Sulawesi Tengah.

‘’Karena kalau akan dikerjasamakan semua tidak mungkin. Kita akan mengkaji mana yang prioritas dan strategis, untuk pengembangan Science Techno Park di Sulawesi Tengah,‘’ungkap Gubernur.

Diakui Gubernur, sebelumnya di Bappenas bersama Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, dipaparkan soal techno park secara nasional untuk kabupaten/kota. Dari penerapan hasil paparan Bappenas saat ini telah terlihat hasilnya. Olehnya dengan tawaran kerja sama ini, menurut Gubernur menarik untuk segera dilakukan kajian dan diharapkan di tahun ini hasil kajian tersebut telah mendapatkan kesimpulan.

‘’Karena kalaupun kita akan melakukan kerja sama, tentunya kita lakukan di tahun depan. Karena saat ini terkait dengan penganggaran telah selesai dibahas. Saya pikir tahun ini sudah bagus kalau kita mengkaji dulu,’’ jelas Gubernur.

Menyambung Gubernur, Asisten II Dr Bunga Elim Somba yang mendampingi Gubernur mengakui hal tersebut sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terutama terkait pengembangan agribisnis dan kelautan dengan lima sector unggulan.

Keterkaitan dengan itu, sesuai dengan kewenangannya, di tingkat provinsi kewenangannya akan fokus di science park. Senada dengan Gubernur yang ke depannya kerja sama tersebut jika dijalankan memerlukan pendanaan, maka Pemrov Sulteng perlu merapatkan barisan bagaimana menyiapkan Science Park tersebut.

Diungkapkan Elim, sebelumnya Balitbang telah mengusulkan science park, di era pemerintahan SBY. Usulan tersebut telah juga sempat dipaparkan di Kementerian Ristek, yang kala itu diusulkan dari sektor peternakan dan perkebunan. Dimana saat itu menghubungkan ternak domba dengan perkebunan kakao yang memanfaatkan limbah kulit kakao untuk pakan ternak domba. ‘’Mungkin nanti akan kita kombain semua, mungkin dari segi peternakan, perikanan dan perkebunan,’’terang Elim Somba.

Sementara itu, dari paparan Dekan Prodi Matematika FMIPA Untad didampingi pengamat Millennium bio-energy Hans J Hendriks menilai banyak sumber daya alam yang dapat dikembangkan misalnya di Danau Poso, serta pemanfaatan sumber daya alam lainnya. Beberapa sumber energi lain yang dapat dikembangkan yakni pemanfaatan gelombang laut, enceng gondok serta ikan pari untuk bahan baku gelatin.(ma/*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button