Penangkapan DPO Kasus Teror Ditargetkan Secepatnya

PALU – Operasi Camar Maleo 2015 dengan target melakukan penangkapan terhadap sejumlah DPO kasus terorisme hingga kini masih berjalan. Pengerahan pasukan secara besar-besaran baik dari Polri hingga TNI pun telah dilakukan.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto Rabu (11/2) kemarin mengatakan, kekuatan personel di Poso saat ini belum ada ketambahan maupun pengurangan. Personel Korps Brimob Mabes Polri, Kelapa Dua, Depok juga masih di-BKO-kan di bumi situvu maroso. “Anggota yang ada di lapangan saat ini masih terus bertugas dan mengejar para pelaku,” sebut Kabid Humas.

Meski hampir dua minggu operasi ini digelar, belum ada tanda-tanda pelaku maupun DPO kasus terorisme yang berhasil diamankan, namun pengintaian dan upaya mempersempit ruang gerak para pelaku teror di Poso ini masih dilakukan. Terkait dengan target waktu yang diberikan Wakil Presiden, sebagai mana pernyataan anggota DPRD Sulteng, Kabid Humas mengatakan, tidak ada batas waktu bagi aparat untuk melakukan penindakan. “Kepolisian berharap para pelaku ini bisa diamankan secepat-cepatnya. Ada maupun tidak ada batasan waktu kita tetap kerja. Soal batas waktu sampai September itu belum ada kami (kepolisian) dengar,” kata Hari.

Lebih jauh disampaikan Kabid Humas, permasalahan terorisme ini tidak segampang apa yang menjadi anggapan sejumlah pihak. Tidak hanya tindakan represif yang dikedepankan, namun ada upaya-upaya preventif yang dilakukan serta perlu keterpaduan antar stake holder terkait di daerah ini. “Kita ambil contoh, seperti operasi kependudukan. Sudahkan pemerintah setempat melakukan operasi kependudukan untuk mengindetifikasi ada tidaknya pendatang baru di lingkungannya, secara berkesinambungan?,” ucapnya.

Seluruh stake holder yang ada di daerah ini, kata Hari harus pula mendukung upaya yang sudah dilakukan oleh aparat keamanan, termasuk di dalamnya lembaga legislatif dalam hal ini DPR. Bentuk dukungan yakni dengan ikut terlibat memecahkan permasalahan ini dengan solusi-solusi yang bermanfaat. “Kita juga harus bisa objektif dalam hal ini,” sebutnya.

Senada dengan itu, Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar beberapa waktu lalu mengatakan, permasalahan di Poso tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pihak keamanan. Kerjasama antar instansi mutlak dibutuhkan dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. “Wilayah Poso yang menjadi tempat persembunyian para pelaku sangat luas, personel yang ada pun terbatas dan ini yang menjadi salah satu kesulitan. Namun jika semua pihak terlibat menggerakkan masyarakat untuk ikut membantu berikan informasi, saya yakin para pelaku bisa ditangkap,” jelas Pangdam.

Terkait pelibatan TNI, kata Pangdam, pihaknya tetap membantu kepolisian dalam hal menjaga keamanan masyarakat yang ada di wilayah yang menjadi daerah pelarian para pelaku teror. Sebanyak 2 SSK anggota TNI, sebut Bachtiar, ditempatkan di wilayah perkampungan masyarakat. “Saya dan Kapolda juga sepakat untuk membangun pos bersama, agar masyarakat di sana (Poso) bisa berkebun dengan aman,” tandasnya. (af/*)

Sumber: RadarSulteng

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button